Pesantren... Oh.. Pesantren...
Saya merasa kecewa ketika membaca artikel berita yg termuat di sebuah portal berita nasional yg berjudul ''dua aktor video mesum kediri dikeluarkan''. Saya merasa sangat teriris ketika membaca jawaban dari orangtua aktor wanita adegan tersebut, ketika di tanyakan wartawan tindakan apa yg akan selanjutnya dilakukan. Dengan enteng mereka menjawab, ''kami akan memasukkannya ke pesantren''.
Hal ini memang sudah lumrah di mata masyarakat, dimana anak-anak yg rusak moral yg pada awalnya disekolahkan di institusi institusi pendidikan pemerintah, namun setelah kejadian-kejadian memalukan ataupun setelah didrop out dari sekolahnya, ujung ujungnya pesantrenlah yg jadi pelarian.
Saya heran sebenarnya bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap pesantren. Apakah mereka menganggap pesantren adalah pusat rehabilitasi moral atau lembaga untuk menutupi aib. Kalau ini pandangan mereka alangkah naifnya, mengapa tidak dari awal mereka membekali jiwa jiwa anak mereka dengan iman dan taqwa. Mengapa tidak di saat hati anak mereka masih suci dan bersih mereka membina jiwa anak anak mereka dengan ilmu agama.
Lalu apakah yg akan terjadi kalau seandainya ana-k anak yg sudah rusak moral ini dimasukkan ke pesantren. Kalau mereka bertaubat dan menyesali kesalahan mereka dan kembali kejalan Allah syukur alhamdulillah. Namun kalau yg terjadi sebaliknya, innalillah maka nama pesantrenlah yg akan rusak dan yg paling ironisnya bila anak-anak pesantren yg di sekitar mereka malah terpengaruh dengan perilaku yg tidak bermoral tersebut.
Pesantren adalah satu institusi mulia yg bertujuan untuk memebina jiwa jiwa yg suci untuk terus terjaga dalam fitrahnya. Pesantren bukan tempat rehabilitasi moral bukan pula sarang terorisme sebagaimana sebahagian presepsi masyarakat sekarang ini. Bahkan pemerintahpun yg seharusnya bijak dan propesional dalam hal inipun masih sering memandang serong keberadaan pesantren di bumi indonesia ini. Padahal mereka tahu bahwa peasantren merupakan institusi tertua dalam sejarah indonesia, dan terbukti bahwa pesantren berhasil menlahirkan kader-kader yg bijaksana dan banyak berjasa untuk bangsa dan negara. Dan satu hal yg perlu kita ingat, bahwa pesantren lahir jauh sebelum terorisme di kenali. Wallahu 'alam
Filhan El Dien ([email protected]).
Lainnya (Arsip)
- Pesan Illahi dalam Waktu Gempa Padang
Senin, 05/10/2009 14:16 WIB - Nak, Tuhan sangat sayang kepadamu...
Sabtu, 03/10/2009 14:50 WIB - Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia tentang Musibah Gempa Bumi Sumatera Barat
Jumat, 02/10/2009 10:22 WIB - Suara Dari Balik Reruntuhan
Jumat, 02/10/2009 07:41 WIB - Adegan Merokok secara Frontal di Televisi
Selasa, 29/09/2009 14:56 WIB
Suara Pembaca
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




