Aktivis Kampus Indonesia Mengalahkan Mahasiswa Harvard
Namanya Shofwan Al Banna Choirozzad, seorang mahasiswa asal Indonesia yang menang di The 39th St Gallen Symposium, Swiss.
Saya masih ingat pertama kali berkenalan dengan Shofwan AL BANNA Choiruzzad di sebuah reuni alumni rohis yang masuk UI.
Inilah beritanya yang dimuat detik.com.
Minggu, 24/05/2009 06:58 WIB
Mahasiswa Asal Indonesia Menangi The 39th St Gallen Symposium
Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Satu lagi penghargaan ditorehkan putra terbaik bangsa. Shofwan Al-Banna Choiruzzad, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Jepang memenangkan The 39th St Gallen Symposium yang berlangsung di Swiss, 7–9 May 2009.
St Gallen Symposium adalah acara tahunan yang dihadiri sejumlah pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia untuk berdialog dengan para pemimpin muda. Dalam acara tersebut, para ratusan pemimpin muda diseleksi lewat karya tulis bertemakan krisis global, untuk kemudian diambil 3 terbaik dan dipersilakan menyampaikan gagasannya di hadapan forum dunia.
Shofwan, sapaan akrab anak muda kelahiran Juli '85 ini, menjadi pemenang pertama dari tiga besar tersebut. Dengan karya tulis berjudul 'Boundaries as Bridges: A Reflection for Transnational Business Actors', ia mengungguli Jason George, mahasiswa program master dari Harvard University (peringkat 2) dan Aris Trantidis, mahasiswa program doktoral dari London School of Economics (peringkat 3).
"Saya bersyukur dan (penghargaan ini) membuatku yakin bahwa kita semua bisa menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan," ujar Shofwan saat mengobrol (chat) dengan detikcom, Minggu (24/5/2009).
Menurutnya, kapasitas anak-anak Indonesia tidaklah kalah untuk bersaing dengan siswa asing di bidang pendidikan. Hanya saja, kata dia, sistem pendidikan di Indonesia belum bisa menyatukan potensi-potensi anak bangsa yang tersebar, yang jika disatukan bisa menjadi kekuatan besar.
"Barangkali, selama ini kita hanya kurang baik manajemennya," tutur pria yang gelar S1-nya didapat dari Hubungan Internasional, FISIP UI ini.
Di kota tua St Gallen itu, sejumlah 600 pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia berkumpul untuk berdialog dengan 200 pemimpin muda mengenai krisis global hari ini.
Dari kalangan politisi, daftar pembicaranya antara lain Presiden Swiss Hans-Rudolf Merz, Presiden Serbia Boris Tadic, Presiden Estonia Ilves, Kepala Japan Bank for International Cooperation Hiroshi Watanabe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Hiroyuki Ishige, Menteri Perdangan dan Industri India Kamal Nath, sampai Menteri Keuangan Singapura Shanmugaratnam.
Nama-nama besar juga ada di daftar pembicara dari kalangan bisnis. Mulai dari CEO PriceWaterHouseCoopers, CFO Airbus, wakil dewan direktur FIAT, direktur Hindustan Construction, sampai Pimpinan Dewan Direktur Embraer Brazil.
Selain dari kalangan politik dan bisnis, tokoh dunia lain yang tampil di depan adalah para ilmuwan seperti Pemenang Nobel Robert Aumann, Presiden Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) Torsten Akesson dan juga jurnalis seperti Riz Khan dari Al Jazeera dan Peter Day dari BBC. (lrn/lrn)
http://www.stgallen-symposium.org/symposium.htm
http://www.stgallen-symposium.org/student_award/award_2009
Danu Ardi Kuncoro
Lainnya (Arsip)
- Penghinaan Nabi Muhammad di Facebook
Senin, 25/05/2009 13:04 WIB - Mau Ikutan Nulis di Eramuslim
Jumat, 22/05/2009 13:09 WIB - Kammi Pusat: "Tolak Capres-Cawapres Pendukung Rezim Neo-Liberal yang Tidak Pro Rakyat!"
Senin, 18/05/2009 11:05 WIB - Koalisi dan Usulan untuk Partai Islam
Sabtu, 16/05/2009 14:38 WIB - Kritik Koalisi PKS
Jumat, 15/05/2009 17:04 WIB
Suara Pembaca
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




