Surat Terbuka untuk PKS

Rabu, 01/04/2009 11:34 WIB | Arsip | Cetak Kirim Tulisan

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Saya membaca di surat kabar bahwa kampanye PKS mengadakan konser musik, di Jogja ada GIGI dan di Jakarta COKELAT. Terus terang saya kaget karena setahu saya PKS adalah partai dakwah yang konsisten memperjuangkan tegaknya Islam di negeri ini. Saya juga tahu selama ini para kadernya juga istiqomah. Saya merasa risih membayangkan para kader PKS Ikhwan dan Akhwat nonton konser musik.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah PKS yang sekarang sudah bukan PKS yang dulu lagi? Apakah demi menjadi Partai Kita Semua, terus PKS ikut-ikutan seperti partai lain dalam berkampanye? Saya sendiri karena tidak terlibat dalam kepanitiaan kampanye, maka saya tidak tahu pasti bagaimana latar belakang dan pertimbangannya. saya tetap berusaha berbaik sangka bahwa mungkin saja apa yang disampaikan media massa itu kurang valid (kebanyakan pemberitaan media memang seperti itu).

Saya berharap PKS sebagai motor dakwah Islam tidak melakukan cara-cara kampanye seperti partai lain karena kita ini Muslim, kita harus tunjukkan pada masyarakat, ini lho cara seorang Muslim berkampanye. Seperti halnya kita bisa menunjukkan begini lho cara seorang Muslim makan, begini lho cara seorang Muslim bergaul dsb.

Menurut saya dengan konser musik kurang pantas. Sebuah tujuan yang mulia, menegakkan Kalimatullah, kan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang kurang baik (tidak dibenarkan syariat). Apalagi yang saya tahu, salah satu band yang ikut kampanye PKS itu juga mengiklankan produk rokok di TV. Kalaupun sangat sangat terpaksa memakai band, carilah yang seaqidah, baik Islamnya (setidaknya untuk ukuran anak band) dan visi dan misinya sejalan dengan PKS secara umum.

Demikian masukan saya untuk PKS, semoga tetap istiqomah diatas syariat Islam yang mulia ini. Jangan hanya mengejar menang pemilu sebab jalan dakwah ini cukup luas, tidak hanya dengan menang pemilu. Jumlah yang sedikit tapi istiqomah lebih baik daripada banyak tapi tidak jelas agamanya.

Jazakumullah khairan

Probo ([email protected])

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Suara Pembaca

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang