Ummat Muhammad Ummat Akhir Zaman

Minggu, 22/06/2008 20:15 WIB | Arsip | Cetak

Sejak awal manusia muncul di dunia yang fana ini Allah subhaanahu wa ta’aala telah menunjukkan Kasih Sayang-Nya dengan tidak membiarkan manusia hidup dalam kegelapan, ketidak-jelasan dan kesesatan. Allah subhaanahu wa ta’aala menunjukkan Kasih Sayang melalui pengutusan para Nabi dan Rasul ’alaihimus-salaam dari masa ke masa untuk setiap kelompok manusia di segenap penjuru bumi Allah subhaanahu wa ta’aala. Para Ulama berpendapat jumlah keseluruhan Nabi dan Rasul ’alaihimus-salaam mencapai 124.000 orang. Kitab suci Al-Qur’an hanya memperkenalkan kepada kita sebanyak 25 Nabiyullah di antaranya. Allah subhaanahu wa ta’aala membimbing dan memberi petunjuk manusia melalui pengajaran dan da’wah para Nabi dan Rasul ’alaihimus-salaam tersebut. Dan setiap Rasul ’alaihimus-salaam membawa inti ajaran yang sama dan universal bagi ummatnya masing-masing.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat untuk menyerukan: Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu

(QS An-Nahl ayat 36)

Ajaran universal tersebut ialah Sembahlah Allah subhaanahu wa ta’aala saja, dan jauhilah Thaghut itu. Tidak ada seorangpun Rasul yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala kecuali menyampaikan dan mengajarkan ajaran universal ini. Inilah ajaran Tauhid (mengesakan Allah subhaanahu wa ta’aala semata). Barangsiapa yang mengesakan Allah subhaanahu wa ta’aala semata berarti ia menyembah hanya Allah subhaanahu wa ta’aala semata dan menjauhi penyembahan berbagai ilah selain-Nya. Sedangkan berbagai ilah selain Allah subhaanahu wa ta’aala disebut dengan istilah Thaghut.

Setiap Nabi dan Rasul ’alaihimus-salaam yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala pasti menyampaikan pesan yang berbunyi Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu. Inilah pesan yang dibawa oleh setiap Nabi dan Rasul ’alaihimus-salaam yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala, baik yang diperkenalkan nama-namanya kepada kita maupun tidak. Inilah pesan yang dibawa oleh Nabi Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Ismail, Luth, Ya’kub, Yusuf, Syuaib, Ayyub, Musa, Isa ’alaihimus-salaam dan akhirnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan penutup rangkaian para Nabi dan Rasul ’alaihimus-salaam yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala ke muka bumi untuk menyampaikan risalah ajaran Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan sesudah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak bakal ada lagi Nabi maupun Rasul ’alaihimus-salaam yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala untuk menyampaikan ajaran atau syariat baru.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّه
ِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab ayat 40)

Diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sebagai penutup para nabi mengantarkan kita kepada beberapa kesimpulan:

Pertama, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan Penutup para Nabi untuk ummat manusia yang posisinya sebagai Penutup Para Ummat.

Kedua, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan Nabi Akhir Zaman untuk Ummat Akhir Zaman alias Ummat manusia yang hidup di Akhir Zaman.

Ketiga, semenjak diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berarti manusia yang hidup bersama beliau dan datang sesudah beliau mendapat julukan Penutup Para Ummat atau Ummat Akhir Zaman. Dengan kata lain kita semua yang dilahirkan dan hidup sesudah diutusnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan the Last Of Mankind. Sesudah kehadiran ummat akhir zaman ini di muka bumi, maka tidak akan ada lagi ummat manusia di muka bumi sebab dunia akan segera berakhir.

Keempat, tidak bakal ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang bakal diutus Allah subhaanahu wa ta’aala untuk membawa ajaran baru. Sebab ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah mencapai bentuk kesempurnaan dan kelengkapan ajaran Allah subhaanahu wa ta’aala.

Kelima, kalaupun ajaran Islam mengajarkan bahwa Nabiyullah Isa alaihis-salaam bakal turun kembali di akhir zaman, maka ia tidak akan datang membawa ajaran baru atau menda’wahkan ajaran Kristen atau Nashrani, melainkan ia malah akan menjadi pengikut dan pengokoh ajaran Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Sebab turunnya kembali Nabiyullah Isa alaihis-salaam adalah untuk menjalankan beberapa tugas mulia yang belum beliau jalankan, yakni di antaranya: (1) mengajak ahli Kitab yakni Yahudi dan Nashrani agar memeluk agama Islam, (2) membunuh fitnah yang paling dahsyat sepanjang zaman yakni Dajjal, (3) menghancurkan salib, (4) membunuh babi, (5) mengatasi kaum penghancur Ya’juj wa Ma’juj serta (6) menghidupkan syiar agama Islam di antaranya melalui pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Satu hal yang pasti ialah bahwa ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan ummat Akhir Zaman. Artinya ummat ini merupakan ummat yang hidup di penghujung perjalanan eksistensi dunia fana ini. Ummat Muhammad adalah ummat yang bakal menyongsong datangnya kiamat.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
قَالَ وَضَمَّ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى (مسلم)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku dan hari kiamat diutus (berdampingan) seperti ini.” Anas berkata:”Dan beliau menghimpun jari tengah dan jari telunjuknya.” (HR Muslim 14/193)

Hanya saja yang bakal mengalami Kiamat hanyalah ummat Muhammad yang durhaka kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Adapun mereka yang mengimani dan mentaati Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bakal diselamatkan dari peristiwa dahsyat Kiamat sebab Allah subhaanahu wa ta’aala bakal mencabut nyawa kaum muslimin menjelang dekat sekali datangnya kiamat.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Menuju Kehidupan Sejati

bersama Ihsan Tandjung

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang