Israel Menggunakan White Phosphorus

Minggu, 11/01/2009 11:31 WIB | Arsip | Cetak

Dalam pemberitaannya, Al-Jazeera telah memuat berita yang menyebutkan bahwa pasukan militer Yahudi Zionis Israel menggunakan senjata WP alias White Phosphorus (fosfor putih). Senjata ini termasuk jenis senjata kontroversial. Sebab bila senjata ini digunakan terhadap manusia, maka daya bunuhnya sangat mengerikan. Senjata ini berupa asap putih yang jatuh dari langit seperti kembang api. Siapapun yang selama dua pekan ini rajin mengikuti pemberitaan War on Gaza melalui layar kaca tentunya sering melihatnya setiap kali ada serangan udara Israel atas Gaza. 

 

Senjata ini pernah digunakan di Falluja oleh militer AS ketika menginvasi Irak. Sekarang militer Israel menggunakannya di Gaza. Senjata ini biasa digunakan untuk menandai target militer yang selanjutnya akan dibom melalui serangan udara. Selain itu senjata ini juga untuk menutup dan mencegah gerakan pasukan musuh sebab asap putih WP akan mengacaukan daya pandang pasukan musuh. Namun efek selanjutnya yang ditimbulkan oleh WP ialah kemampuannya membakar tubuh manusia menimbulkan luka bakar kimia sejak kulit, daging hingga tulang korban. Inilah barangkali mengapa dokter yang bertugas di Gaza melaporkan bahwa sebagian korban yang ditemukan mengalami luka bakar dahsyat yang belum pernah mereka temukan sebelumnya.

 

Dalam pemberitaannya Al-Jazeera melaporkan sebagai berikut:

 

Human Rights Watch telah menyerukan agar Israel menghentikan penggunaan fosfor putih yang menurut HRW  telah digunakan dalam operasi militer Israel di kawasan padat penduduk Jalur Gaza. 

Lembaga yang berbasis Di AS ini mengatakan bahwa para penelitinya mengamati penggunaan senjata kimia ini, yang dapat membakar daging manusia hingga ke tulang, terutama di  Gaza City dan Jabalya pada hari Jumat dan Sabtu. 

 

"Kami melintas dekat unit artileri Israel yang terpasang padanya rentetan white phosphorus  dengan sumbu yang terpasang,” kata Marc Garlasco, analis militer senior di Human Rights Watch kepada Al Jazeera.  "Jelas itu [white phosphorus], kami dapat mengindikasikannya dari ledakan dan tendrils yang turun serta bentuk api yang membakar," katanya. 

"Hari ini ada serangan besar-besaran di Jabalya ketika kami di sana. Kami melihat bahwa terdapat banyak sekali kebakaran begitu white phosphorus jatuh"

 

Human Rights Watch percaya bahwa penggunaan senjata kimia di Gaza melanggar persyaratan di bawah hukum humaniter internasional karena tidak memenuhi semua langkah pencegahan untuk menghindari jatuhya korban sipil. 

 

Selanjutnya jika kita buka The Free Encyclopedia Wikipedia, maka dijelaskan di sana bahwa WP adalah sebagai berikut:

 

White phosphorus (WP) is a flare- and smoke-producing incendiary weapon,[1] or smoke-screening agent, made from a common allotrope of the chemical element phosphorus. White phosphorus bombs and shells are incendiary devices, but can also be used as an offensive anti-personnel flame compound capable of causing serious burns or death.[2] The agent is used in bombs, artillery shells, and mortar shells, short range missiles which burst into burning flakes of phosphorus upon impact. White phosphorus is commonly referred to in military jargon as "WP". The slang term "Willy(ie) Pete" or "Willy(ie) Peter", dating from the First World War and common at least through the Vietnam era, is still occasionally heard.

White phosphorus weapons are controversial today because of their potential use against civilians. While the Chemical Weapons Convention does not designate WP as a chemical weapon, various unofficial groups consider it to be one. In recent years, the United States, Israel and Russia have used white phosphorus in combat.

Its use by the US has resulted in considerable controversy (see white phosphorus use in Iraq). Initial field reports from Iraq referred to white phosphorus use against insurgents,[3] but its use was officially denied until November, 2005,[4] when the Pentagon admitted[5] to the use of white phosphorus while stating that its use for producing obscuring smoke is legal and does not violate the Chemical Weapons Convention.[6] A Pentagon spokesman has also admitted that WP "was used as an incendiary weapon against enemy combatants", though not against civilians.[7]

 

Ketika Pentagon terpojok karena tersingkap menggunakan WP dalam invasinya ke Falluja, Irak, maka juru bicaranya membela dengan mengatakan bahwa ”senjata WP kami gunakan hanya kepada kalangan kombatan tidak kepada kalangan sipil.” Sedangkan penggunaan WP di Gaza oleh militer Yahudi Zionis Israel tidak bisa diartikan selain memang untuk melakukan pembantaian rakyat alias genocide. Sebab Gaza merupakan salah satu kawasan paling padat penduduk sedunia. Bagaimana mungkin penggunaan WP oleh militer Zionis dapat dibatasi hanya pada kalangan pejuang Palestina? Ini bukan War On Gaza. Ini adalah ethnic cleansing alias holocaust. Berarti Militer dan Pemerintah Yahudi Zionis Israel telah menjadi kekuatan Neo-Nazi.

 

Artinya, sangat layak bilamana Ehud Olmert, Ehud Barak dan Tzipi Livni diseret ke Mahkamah Internasional sebagai War Criminals. Sudah tiba masanya bagi umat manusia untuk menyadari bahwa memang Israel tidak menginginkan kecuali penumpahan darah, terutama darah orang-orang beriman. Benarlah Allah ta’aala saat berfirman:

 

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah ayat 82)

 

Ya Allah, selamatkanlah dan lindungilah kaum Muslimin dan Mujahidin di Gaza. Tanamkanlah kesabaran dan ketenteraman di dalam hati kaum Muslimin dan Mujahidin di Gaza.

Ya Allah, hancurkanlah pasukan Yahudi Zionis Israel. Balikkanlah senjata mereka atas pasukan mereka sendiri. Tanamkanlah rasa takut dan kegelisahan di dalam hati pasukan dan rakyat pendukungnya dari kalangan Yahudi Zionis Israel.

Ya Allah, kabulkanlah doa kami.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Penetrasi Ideologi

bersama Ihsan Tandjung

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang