Beli Rumah dari Orang Katholik

Sabtu, 07/11/2009 10:59 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, sy sudah tertarik dan ingin membeli sebuah rumah. Ketika sy survey dan masuk kedalam rumah tsb sy agak kaget ternyata pemiliknya penganut Katholik (orang Solo). Sy sudah bercakap2 dengan beliau, dan sepertinya beliau dan keluarganya penganut  Katholik yg baik.

Sy sudah bandingkan dgn rumah2 lain yg sy survey, dan rumah tersebut yg paling baik buat saya (dari lokasi, lingkungan, fisik rumah, dan harganya).

Mohon pertimbangan dan pendapat dari Pak Ustadz, atas masalah diatas.  Sy butuh sekali pertimbangan dari orang lain yg lebih paham tentang agama.

Terima kasih banyak sebelumnya atas jawaban dari Pak Ustadz

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

firasy

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Firasy yang dimuliakan Allah swt

Islam memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk berbuat baik kepada setiap orang termasuk kepada orang-orang kafir yang tidak memusuhi dan memerangi kaum muslimin, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ


Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Termasuk dalam hal ini adalah melakukan jual beli dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mencintai kedamaian dan tidak memusuhi kaum muslimin selama jual beli itu tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti : ria, penipuan, kecurangan dan yang sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual belinya. (Baca : Jual Beli Online)

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Aisyah bahwa Nabi saw pernah membeli makanan dari seorang Yahudi tidak dengan tunai seraya beliau saw menggadaikan baju besinya.”

Wallahu A’lam

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Ustadz Menjawab

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang