Dalil yang Disunnahkan dalam Sujud

Kamis, 04/02/2010 14:39 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan

Assalamu'alaikum ustadz.

Saat masih kecil saya mendengar ustad saya berkata bahwa, ketika hendak sujud yang pertamakali dijatuhkan ke tanah adalah lutut terlebih dahulu, tetapi sampai saat ini saya belum menemukan dalilnya ustad. Adakah dalil yang mengatakan demikian? setahu saya adanya hadits yang mengatakan bahwa yang dijatuhkan pertamakali adalah kedua tangan. Mohon penjelasannya ustad.

syukron

Lintang

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Lintang yang dimuliakan Allah swt

Jumhur fuqaha diantaranya para ulama Hanafi, Syafi’i dan Hambali dan kebanyakan para ulama salaf seperti an Nakh’i, Sufyan ats Tsauriy, Ishaq, Muslim bin Yasar dan Ibnul Mundzir berpendapat bahwa disunnahkan untuk meletakkan kedua lututnya kemudian kedua tangannya kemudian dahi dan hidungnya. Jika dia mendahulukan kedua tangannya sebelum kedua lututnya maka hal itu dibolehkan akan tetapi orang itu dianggap telah meninggalkan yang dianjurkan. Berdasarkan riwayat Wail bin Hujr berkata,”Aku menyaksikan Nabi saw jika bersujud maka beliau saw meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya. Dan jika bangun maka beliau saw mengangkat kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Daud dan an Nasa’i)

Diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqash berkata,”Kami meletakkan kedua tangan sebelum kedua lutut kami lalu Nabi memerintahkan kami untuk meletakkan kedua lutut sebelum kedua tangan (kami).” (HR. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)

Al Atsram meriwayatkan dari Abu Hurairoh,”Jika seorang dari kalian bersujud maka mulailah dengan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan janganlah menderumseperti menderumnya onta.”

Sementara itu para ulama Maliki, al Auza’i serta riwayat dari Ahmad adalah mendahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,”Apabila seorang dari kalian bersujud maka janganlah menderum seperti menderumnya onta, dan hendaklah meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Daud)

Diriwayatkan dari Malik bahwa seorang yang bersujud maka dipersilahkan baginya mendahulukan yang mana saja dari kedua cara tersebut tanpa mengutamakan diantara keduanya dikarenakan tidak tampak yang mana yang paling kuat dari kedua madzhab (pendapat) tersebut. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 8509)

Permalasahan ini masih diperselisihkan oleh para ulama sehingga dipersilahkan bagi kaum muslimin untuk memilih satu diantara dua cara bersujud tersebut dikarenakan para ulama masih kesulitan menentukan mana yang paling kuat dari keduanya. Yang terpenting adalah tidak bersikap fanatik terhadap suatu pendapat tertentu dan menyalahkan yang lainnya.

Wallahu A’lam

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Ustadz Menjawab

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang