Islam dan Kekayaan Duniawi

Assalamualaikum,

Ustad, Ahlan Wa Sahlan..

Ana mau tanya nih..

  1. Sebenarnya Apakah menjadi Orang Kaya itu perlu..??
  2. Harta itu penjelasannya bagaimana dalam islam..??
  3. Di Dunia ini, seberapa penting  Uang,Kaya,Harta..??

Terima Kasih...

Wassalamualaikum.

IQBAL

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Iqbal yang dimuliakan Allah swt

Hukum Menjadi Orang Kaya

Mencari kekayaan adalah perkara yang disyariatkan didalam islam. Di dalam Al Qur’an banyak disebutkan ayat-ayat yang menyeru untuk mencari rezeki dan berusaha di atas bumi. Firman Allah swt :


Artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.” (QS. Al Ahzab : 10)


Artinya : “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya.” (QS. Al Mulk : 15)

Maksud dari ayat tersebut—menurut Ibnu Katsir—adalah bepergianlah kalian ke tempat-tempat di bumi yang kalian kehendaki, lintasilah daerah-daerah dan pelosok-pelosoknya untuk mendapatkan berbagai macam penghasilan dan berdagang.

Mencari kekayaan bisa menjadi sebuah kewajiban jika usaha manusia itu dilakukan untuk mendapatkan penghasilan memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya serta mencukupkannya dari meminta-minta.

Mencari kekayaan bisa menjadi sunnah jika usaha manusia mendapatkan penghasilan itu untuk memberikan tambahan nafkahnya dan nafkah keluarganya atau dengan tujuan melapangkan orang-orang fakir, menyambung silaturahim, memberikan balasan (hadiah) kepada kaum kerabat dan mencari kekayaan dengan niat seperti ini lebih utama daripada menghabiskan waktunya untuk beribadah.

Mencari kekayaan dibolehkan (mubah) jika untuk memberikan tambahan dari kebutuhan atau dengan tujuan berhias dan menikmati.
Mencari kekayaan menjadi makruh jika untuk mengumpulkan harta agar bisa berbangga-banggaan, bermegah-megahan, sombong, bersenang-senang hingga melewati batas walaupun dicari dengan cara yang halal, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang mencari dunia yang halal untuk bermegah-megahan, berbangga-banggaan dan riya maka ia akan bertemu dengan Allah swt sedangkan Allah murka kepadanya.”

Mencari kekayaan menjadi haram apabila dicari dengan jalan yang haram seperti riba, suap dan lainnya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 11384 – 11385)

Sikap Islam Terhadap Harta

Harta adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang manusia, mempunyai nilain dan dapat dimanfaatkan olenya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk didalamnya adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran.

Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa sikap islm terhadap harta merupakan bagian dari sikapnya terhadap kehidupan dunia. Sikap islam terhadap dunia adalah sikap pertengahan yang seimbang. Islam tidak memihak terhadap orang-orang yang menolak dunia secara keseluruhan. Mereka berpendapat bahwa kehidupan ini, termasuk alam ini adalalah sesuatu yang buruk yang wajib dibersihkan dan segera dilenyapkan. Akibatnya mereka mencegah perkawinan, menolak mempunyai keturuanan, dan berpaling dari hal-hal baik dari kehidupan dunia. Mereka tidak punya semangat untuk mendapatkan dunia ini seperti makanan, minuman, pakaian, perhiasan dan perhiasan dunia lainnya.

Pandangan tersebut adalah pandangan filsafat Barahimah di India, Budha di Cina, Manawiyah di Persia, Kaum Suci di Yunani dan sistem kependetaan pada agama Nasrani.

Islam juga tidak memihak pada kelompok yang menjadikan dunia sebagai “sembahan” mereka. Mereka menjadikan harta sebagai tuhan sehingga mereka diperbudak oleh harta. Pandangan tersebut adalah pandangan kaum materialis dan kaum dahriyyah sepanjang masa dan di setiap tempat. Dalam pandangan dan peresepsi mereka tidak ada tempat untuk akhirat. Mereka menyatakan,”Tidaklah dunia ini melainkan rahim-rahim yang melahirkan dan bumi yang menelan.

Harta merupakan sarana untuk mencapai kebaikan. Setiap sesuatu yang menyampaikan kepada kebaikan adalah kebaikan. Harta tidak selamanya menjadi petaka bagi pemiliknya dan bukan pula dari permberian arwah-arwah buruk seperti anggapan sebagian ahli agama. (Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam hal 87, 90)

Dengan demikian harta didalam islam memiliki posisi yang penting sebagai pendukung ibadahnya kepada Allah swt. Sebagaimana diketahui Ibadah didalam islam ada yang berupa ibadah badaniyah seperti shalat dan puasa, ada ibadah maliyah (harta) seperti zakat dan ada juga yang ibadah badaniyah sekaligus maliyah seperti haji dan berjihad. Dari sini kita bisa melihat bahwa harta menempati posisi penting didalam ibadah-ibadah tertentu yang diperintahkan Allah swt. Dan seorang yang tidak punya tidak akan bisa memberikan.

Said bin al Musayyib berkata,”Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mencari harta. Dengan harta dia bisa membayar utangnya dan menjaga kehormatannya. Jika meninggal dunia maka ia bisa meninggalkan warisan sebesar 400 dinar.”

Sofyan ats Tsauriy meninggalkan warisan sebesar 200 dinar dan berkata,”Harta di zaman sekarang merupakan senjata.”

Wallahu A’lam

Sabtu, 23/01/2010 12:28 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Jerapah Kecil Kunjungi Stand BSM di Islamic Book Fair 9th

Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!

Indahnya Lepas dari Riba

Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.

Aman Ibadah dengan Bank Syari'ah

Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.

Beyond Bankers, Istimewanya Bankir Syariah

Gampang-gampang susah mencari bankir syariah. Meski stok SDM melimpah, bahkan banyak yang menanyakan ke redaksi ib.eramuslim.com mengenai lowongan bankir syariah, tidaklah begitu saja masalah bankir syariah terpenuhi.

Bank Syariah, Antara Transparansi dan Kesungguhan Pemerintah

Bank syariah, bagi Fahrizal, adalah sebuah keberkahan tak terkira. Keyakinannya terhadap sistem ekonomi syariah yang rahmatan lil .alamin membuatnya percaya kepada bank yang ber-tagline "Pertama, Murni Syariah". Kenapa?

 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Immun Bukan Steril

Melarang atau menutup informasi, tidak akan efektif dalam memfilter pengaruh negatif dari media informasi, terutama internet, karena letaknya bukan di medianya, tapi pada individu itu sendiri, sejauh mana dia memiliki imunitas.

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Relawan, Hamba Tuhan Terbaik

Sosok yang bercitra mulia ini selalu hadir di lokasi-lokasi bencana. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Kadang hadir apa adanya, tanpa seragam dan atribut.

 
 
 
 
Ustadz Menjawab
bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login