Assalamu'alaikum Ustadz,
Saya ingin bertanya hukum dari pengucapan Shodaqollohul'adzim bila kita selesai membaca al-Qur'an, apakah did'ah atau tidak, mohon penjelasannya disertakan hadits yang menjelaskan tentang perkara ini. Terimakasih atas jawabannya ustadz.
Assalamu'alaikum.
Muhammad Rismayahna
Wa'alaykumsalam wr wb,
Saudara Muhammad yang dimuliakan Allah swt
Perkataan “Shodaqollahul ‘Azhim” dari seorang yang membaca al-Qur’an atau dari seorang yang mendengarkannya setelah selesai membacanya atau tatkala mendengar suatu ayat dari Al Qur’an bukanlah termasuk bid’ah yang tercela.
قُلْ صَدَقَ اللّهُ فَاتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Artinya : “Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. ali-Imran : 95)
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ
Artinya : “Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.” (QS. al-Ahzab : 22)
Al-Qurthubi menyebutkan didalam muqoddimah tafsirnya bahwa al-Hakim at-Tirmidzi telah membicarakan tentang adab-adab membaca al-Qur’an dan diantaranya adalah ketika selesai membacanya dengan mengucapkan “Shodaqollahul ‘Azhim” atau satu ayat yang seperti makna ini.
Teks ungkapannya (juz I hal 27) adalah bahwa diantara bentuk penghormatannya apabila selesai membacanya hendaklah membenarkan Tuhannya dan bersaksi dengan penyampaian dari Rasul-Nya saw, seperti mengatakan “Shodaqollohul ‘Azhim wa Ballagho Rosuluhul Karim” dan bersaksi bahwa ia (al Qur’an) itu benar dengan mengatakan, ”Shoddaqta Robbanaa wa Ballaghta Rusulaka wa Nahnu ‘ala Dzalika Minasy Syahidin” (Maha Benar Engkau wahai Tuhan kami dan Engkau telah mengutus rasul-rasul-Mu dan kami termasuk dari orang-orang yang bersaksi atas itu semua). “Wahai Allah jadikanlah kami para syuhada kebenaran dan para penegak keadilan.” kemudian berdoa dengan berbagai doa-doa.
Didalam “Fiqh al Madzahib al Arba’ah” yang diterbitkan oleh “Awqof Mishr”; Para ulama Hanafi mengatakan bahwa seandainya seorang yang melaksanakan shalat berbicara dengan bertasbih seperti : Shodaqollohul ‘Azhim tatkala selesai membaca maka tidaklah membatalkan shalatnya jika hanya bermaksud untuk memuji, dzikir atau tilawah.
Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa perkataan itu tidaklah membatalkan shalat sama sekali. Bagaimana mungkin kemudian perkataan “Shodaqollahul A’zhim” setelah membaca al Qur’an disebut bid’ah? Syeikh ‘Athiyah Saqar juga mengatakan bahwa hendaklah tidak tergesa-gesa didalam mengeluarkan hukum fiqh sebelum memastikan kebenarannya. Allah swt berfirman :
وَلاَ تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ
Artinya : “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.” (QS. an-Nahl : 116)
Wallahu A’lam.
Bank Muamalat Cabang Cengkareng membutuhkan karyawan untuk posisi: 1. Customer Service (Wanita) 2. Legal (Pria) 3. Account Manager (Pria).
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.