Mimpi Bertemu Yesus

Dwi Pertiwi – Senin, 26 Rajab 1435 H / 26 Mei 2014 07:10 WIB

sigitAssalamu alaikum ustads,, Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang nasrani, dengan harapan dia mau ikut agama saya. Sampai saat ini memang belum ada arah pembicaraan yg serius ke sana, tapi saya sangat menaruh harapan agar dia mau ikut saya. Setelah beberapa lama saya jalan dgnnya, saya pernah bermimpi bertemu dengan Tuhan Yesus, dalam mimpi saya, seolah-olah saya berada dalam sebuah gedung dan saya tidak bisa menemukan jln keluar dr gedung tsb, lalu seolah-olah Yesus menuntun saya untuk keluar dr gedung tsb dan akhirnya saya berhasil keluar. Yang ingin saya tanyakan,apa maksud dr mimpi saya ini ?? Saya sama sekali tidak ada niat untuk berpindah ke agama lain,tp knp saya bermimpi seperti itu, apakah ini sebuah tanda atu apa ?? Mohon penjelasannya. Terima kasih, wassalam

Waalaikumussalam Wr Wb

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Said al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Jika seseorang diantara kalian bermimpi dengan mimpi yang ia sukai (mimpi yang baik) sesungguhnya ia datang dari Allah, maka pujilah Allah atasnya dan bicarakanlah mimpi tersebut. Dan jika seseorang diantara kalian bermimpi yang lain dari itu (mimpi yang buruk) da ia membencinya, maka sesungguhnya itu datangnya dari setan maka berlindunglah dari keburukannya dan janganlah membicarakannya kepada siapapun maka mimpi buruknya tersebut tidak merugikannya.” (HR. Bukhori)

Al Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa didalam riwayat al Kusyhimaniy didalam bab “Apabila dia bermimpi dengan yang tidak disukai maka itu tidaklah membahayakannya.” Dia mengatakan bahwa adab mendapatkan mimpi yang baik ada tiga: memuji Allah swt, bergembira dengannya dan menceritakannya akan tetapi barangsiapa yang bermimpi buruk maka adabnya adalah : berlindung kepada Allah dari kejahatannya, berlindung kepada-Nya dari kejahatan setan, meludah ke sebelah kiri tatkala terjaga dari tidurnya dan tidak menceritakannya kepada seorang pun.

Selanjutnya al Hafizh menyebutkan pendapat para ulama tentang hikmah dibalik perkara-perkara itu :
1. Adapun berlindung kepada Allah dari kejahatannya adalah jelas disyariatkan tatkala menghadapi setiap perkara yang tidak disukainya.

2. Adapun berlindung kepada Allah dari setan maka terdapat di beberapa jalan hadits bahwa mimpi itu berasal darinya yang hendak memberikan khayalan kepada orang itu dengan tujuan memberikan kesedihan kepadanya dan menakut-nakutinya.

3. Adapun tentang meludah maka ‘Iyadh mengatakan bahwa hal ini diperintahkan untuk mengusir setan yang mendatangkan mimpi buruk sebagai penghinaan baginya dan menyatakan kejijikannya. Kemudian dikhususkannya ke sebelah kiri karena ia adalah tempat kotoran atau sejenisnya.

4. Sedangkan mimpi yang terkadang mengagetkan orang yang bermimpi namun ia tidak mendapatinya tatkala terjaga dan tidak pula ada sesuatu petunjuk tentang hal itu maka mimpi yang demikian masuk dalam bagian lain yaitu sesuatu yang ada didalam fikirannya yang menyibukkannya sebelum ia tidur dan terbawa saat tidur yang kemudian dia lihatnya didalam mimpi maka mimpi yang seperti ini tidaklah membahayakannya dan tidak pula memberikan manfaat baginya.” (Fathul Bari juz XII hal 431 – 434)
Sementara pemilik kitab “Tuhaftul Ahwadzi” menambahkan adab mendapatkan mimpi buruk selain dari empat yang disebutkan diatas dengan mengerjakan shalat dan mengganti arah tidurnya yang berbeda dengan arah sebelumnya.

Syeikh ‘Athiyah Saqar menyebutkan pendapat an Nablusi yang mengatakan bahwa sebagian mereka (ulama) mengatakan bahwa mimpi itu ada tiga :

1. Kabar gembira dari Allah dan inilah mimpi yang baik.
2. Mimpi buruk yang berasal dari setan.
3. Mimpi yang merupakan kejadian yang dialami oleh orang yang bermimpi.

Didalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa seorang laki-laki mengatakan kepada Nabi saw dan berkata,”Aku bermimpi kepalaku terputus dan aku mengikutinya—dari belakang—.’ maka beliau saw bersabda,”Janganlah engkau ceritakan permainan setan terhadapmu didalam tidur (mu).”
Mimpi yang berasal dari dorongan jiwa seperti orang yang bermimpi bahwa dirinya bersama orang yang dicintainya atau takut terhadap sesuatu yang dilihatnya atau dirinya lapar dan bermimpi bahwa dia sedang makan.. (Fatawa al Azhar juz X hal 192)

Dengan demikian mimpi yang anda saksikan ketika tidur dimana anda bertemu dengan Yesus Kristus adalah mimpi buruk atau mimpi batil yang bersumber dari setan. Setan memanfaatkan fikiran anda yang senantiasa digelayuti perasaan cinta kepada orang nasrani yang anda cintai itu.

Mimpi yang anda dapati jekas bertentangan dengan aqidah islam yang tidak mengakui ketuhanan Isa as karena ia hanyalah seorang nabi dan rasul sebagaimana nabi-nabi dan rasul-rasul lainnya berdasarkan firman Allah swt :

Artinya : “Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. Ash Shaff : 6)

Artinya : “Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam”, padahal Al masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. (QS. Al Maidah : 72)

Untuk itu hendaklah anda melakukan adab-adab mendapatkan mimpi buruk didalam tidur—seperti yang disebutkan diatas—dan janganlah terpengaruh oleh isi dari mimpi itu sama sekali karena dapat membahayakan aqidah anda sebagai seorang muslimah dan perbanyaklah berlindung kepada Allah swt serta lebih dekatkan diri anda dengan-Nya.

Dan tentang hubungan anda dengan orang nasrani itu cobalah pertimbangkan pengaruh yang bisa muncul terhadap aqidah keislaman anda karena keburukannya lebih besar daripada kebaikannya. (baca : Mencintai dan Mendoakan Non Muslim)

Wallahu A’lam

Ustadz Menjawab Terbaru

blog comments powered by Disqus