Ustadz Menjawab

bersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan

Takut Akan Keselamatan Orang-Orang di Eramuslim

Jumat, 18 Jan 08 13:39 WIB

Kirim teman

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya bersyukur karena Allah telah mempertemukan saya dengan Eramuslim, saya sudah lama mengikuti kajian di Eramuslim ini terutama pada topik "Berita dan Ustadz Menjawab",

Namun dalam hati saya senantiasa mengkhawatirkan keselamatan orang-orang yang bekerja di Eramuslim terutama Ustadz sendiri terhadap ancaman teror maupun pembunuhan oleh musuh-musuh Islam akibat materi dakwah/ berita yang tidak mereka sukai.

Apakah Eramuslim sudah memikirkan hal ini, apakah eramuslim sudah punya payung hukum yang kuat atau deckingan dari pejabat/aparat kepolisian yang membela Islam.

Sedang kita tahu bahwa di Indonesia ini begitu mudahnya mencomot/ menculik seseorang untuk kemudian disiksa/dibunuh dengan atau tanpa alasan.

Sukran Jazakallah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Heri Setyadi
heristar

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah selama ini kamiEramuslim sudah punya pihak yang 'menjamin' untuk tetap bisa berdakwah, bahkan menjamin seluruh kehidupan orang-orang yang ada di dalamnya.

Sehingga sedikit pun tidak pernah terbersit untuk takut, khawatir apalagi gentar untuk menghadapi semua resiko dari berdakwah. Dan pihak itu boleh dibilang 'cukup kuat' untuk ukuran normal.

Jadi terima kasih atas simpati dan dukungan dari Anda, semoga hal itu menjadi amal tersendiri yang ada pahalanya.

Memang benar bahwa musuh-musuh Islam itu cukup nekat untuk melumat kekuatan Islam. Entah itu yahudi atau pun anteknya-anteknya. Mulai dari rayuan gombal sampai sabetan pedang, semua bisa saja mereka lakukan. Dan sebenarnya sudah dijalankan dan masih akan terus berjalan.

Sebenarnya kita sudah tidak perlu kaget lagi dengan kenekatan musuh-musuh agama itu, karena Al-Quran yang kita baca tiap hari sudah banyak bercerita tentang itu.

Bukankah semua Nabi yang diutus ke muka bumi juga punya musuh yang mengancam nyawa dan keselamatan mereka? Bukankah semua ulama juga punya musuh yang tidak senang dengan keberadaan mereka? Bukankah setiap da'i juga punya lawan yang ingin mematikan dakwah?

Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itupun mendapat luka yang serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia; dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (QS. Ali Imran: 140)

Di dalam ayat lain Allah SWT juga berfirman:

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.(QS. Ali Imran: 146)

Dan juga di ayat berikut ini:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut: 2)

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 3)

Lalu Siapa Backing Eramuslim?

Mungkin Anda bertanya, kira-kira siapa pihak-pihak yang menjadi pelindung Eramuslim? Sekuat apakah Dia? Apakah ada 'orang dalam'?

Jawabnya memang Dia sangat kuat, sehingga dengan kekuatannya itu, Eramuslim tidak gentar menghadapi apapun. Dia adalah Allah subhanahu wata'ala. Tuhan Yang menciptakan kehidupan dan kematian, Tuhan yang menciptakan orang-orang kafir yang memusuhi agama-Nya.

Dia juga adalah Tuhan yang memberi rizqi dan segala penyebab kehidupan kepada Fir'aun, Jalut, Namrudz, Abu Jahal dan juga Dajjal. Kalau Dia mau, semua dimatikan dalam sekejap mata. Karena semua kekuatan di dunia ini tidak ada artinya dibandingkan Diri-Nya.

Oleh karena itulah Eramuslim sudah terikat kontrak dengan Allah SWT untuk membesarkan agama-Nya dan tidak perlu lagi minta pelindungan dari siapa pun. Karena perlindungan cukup dari Allah SWT saja.

Mengapa demikian?

Karena pada dasarnya percuma meminta perlindungan kepada manusia, apakah dia penguasa, jagoan, mantan preman, mantan jenderal, atau orang-orang kuat lainnya. Karena semuanya masih makan nasi, belum makan besi. Setidaknya masih butuh makan.

Sementara kami butuh pelindung yang terkuat, yang tidak makan nasi apalagi makan besi. Dan pelindung kami hanya Allah SWT, tidak ada lagi yang lain.

Orang-orang yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (QS. Ali Imran: 173)

Kalau pun akhirnya ancaman itu ada dan katakanlah sampai harus kepada kematian, kami tidak memandangnya sebagai kerugian apalagi sesuatu yang harus ditakuti. Sebab kematian itu justru merupakan undangan rindu dari Allah SWT untuk bertemu dengan hamba yang dicintai-Nya.

Dipanggil oleh Tuhan yang sangat mencintai kita kok tidak mau? Jadi diberi hidup ya alhamdulillah bisa jadi hamba yang taat. Dipanggil meninggal pun juga tidak perlu sedih, karena akan bertemu dengan Yang Teramat Dicintai. Jadi, kanan kiri oke coy!

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com