Ustadz Menjawab

bersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan

Kening Hitam Apakah Karena Banyak Sujud?

Minggu, 6 Jul 08 07:57 WIB

Kirim teman

Assalamualaikum Pak Ustadz,

Langsung saja, apakah benar kalau orang kening nya hitam artinya dia banyak shalat sunnah alias lebih sering sujudnya dari orang lain yang sujudnya cuma dalam shalat 5 waktu.

Wassalamualaikum wr. wb.

Ansyah

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang boleh jadi seseorang punya kening yang berwarna hitam karena banyak sujud, atau karena sujudnya lama. Akan tetapi jangan terkecoh dulu, belum tentu semua yang orang yang keningnya hitam, berarti pasti karena banyak sujud.

Bisa saja hitamnya kening itu terjadi karena terbentur tembok, atau kejedot pintu, atau sebab-sebab lainnnya. Semua kemungkinan bisa terjadi.

Tetapi berhusnudz-dzan bahwa orang yang hitam keningnya itu rajin shalat, atau rajin sujud, tentu bukan hal yang buruk. Namanya saja berhusnudzdzan, tentunya baik. Dan kita ini memang wajib berhusnudzdzan kepada siapa pun, apalagi kepada sesama muslim.

Syukur rasa husnudzdzan ini tersalurkan menjadi sikap yang baik, misalnya kita jadi ingin juga bisa sering-sering shalat dan berlama-lama dalam sujud. Bukan sekedar 'mengusili' urusan orang yang kebetulan berkening hitam.

Terkadang syetan itu pandai sekali bermain di relung hati kita. Ada orang berkening hitam, kadang bukan sikap baik yang kita kembangkan, malah sebaliknya. Kadang kita malah menduga yang tidak-tidak, atau malah mencari-cari kelemahan orang tersebut. Sering juga kita bicara dalam hati, "Ah, buat apa jidat hitam, tetapi kelakuan tidak mencerminkan kehitaman jidatnya?"

Nah, sikap mental begini memang agak bermasalah. Istilahnya, tidak boleh lihat orang lain lebih menonjol, rasanya ingin menyaingi atau melebihinya. Padahal kalau dipikir-pikir, kenapa orang yang jidatnya hitam yang dipermasalahkan. Kenapa buat tukang mabok di pinggir jalan itu yang kita masalahkan?

Jidat Hitam: Serba Salah

Tadi kita bicara tentang orang lain yang jidatnya hitam Sekarang kita bicara bagaimana kalau kita sendiri yang punya jidat berwarna hitam.

Ini juga bukan selalu membawa kebaikan, setidaknya di tengah masyarakat yang doyan gossip dan fitnah. Terkadang ada saja orang usil, atau entah apa motivasinya, justru mereka 'gerah' sendiri kalau melihat kita berjidat hitam.

Apalagi kalau sikap kita mungkin kurang mencerminkan gambaran orang yang mereka angankan, bisa jadi kita sendiri malah jadi bulan-bulanan orang.

Bisa saja orang akan nyindir, "Jangan jidat doang yang item, tapi kelakuan angot-angotan."Atau ada sindiran menusuk, "Percuma jidat hitam, tapi riya' sombong, sok merasa benar sendiri." Dan bisa saja berbagai komentar miring tertuju kepada diri kita.

Padahal jidat kita berubah jadi berwarna hitam itu bukan disengaja, kebetulan saja memang jadi hitam. Masak mau dicat warna putih?

Padahal boleh jadi kita tidak melakukan apa yang dituduhkan orang itu. Sebab bisa saja dasarnya karena orang itu SIRIK.

Sirik di sini bukan istilah ilmu tauhid, tetapi yang dimaksud SIRIK di sini adalah istilah orang betawi, yaitu sirik dalam arti tidak boleh lihat orang lain sukses, berhasil atau berprestasi. Maka ada idiom: sirik tanda tak mampu.

Dalil Quran dan Tafsirnya

Kalau kita buka Al-Quran, kita memang mendapati disebutkannya urusan bekas sujud ini.

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil (QS. Al-Fath: 29)

Ketika menafsirkan ayat ini, ada sebagian ulama seperti Al-Imam Malik dan juga Sa'id bin Jubair, yang mengatakan bahwa bekas sujud itu adalah warna kehitaman yang nampak di dunia ini.

Namun agak berbeda dalam hal ini adalah Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu serta Al-Hasan dan juga Az-Zuhri. Mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan bekas itu adalah warna putih bersinar yang nanti memancar di hari kiamat, bagi siapa yang saat di dunia ini banyak melakukan shalat.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ketika Allah SWT selesai menetapkan hukum di tengah hamba-Nya, dan ingin mengeluarkan dengan rahmat-Nya orang-orang yang ada di neraka, Dia memerintahkan para malaikat untuk mengeluarkan orang yang tidak menyekutukan Allah. Dan di antara orang yang akan dirahmati Allah itu adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah. Maka diketahui mereka ada di neraka. Dan mereka dikenali dengan adanya bekas sujud. Sebab api neraka itu membakar anak Adam, kecuali bekas sujudnya. Sebab Allah mengharamkan kepada neraka untuk membakar bekas sujud. (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com