eramuslim

Ade Armando Pertanyakan Manfaat Hafalan Alquran, Netizen: Kalau di Zaman Umar, Sudah Dicopot!

eramuslim.com - Video perbincangan antara Ade Armando dan Kumaila mengenai manfaat menghafal Alquran menjadi topik hangat di media sosial.

Pernyataan keduanya mendapat reaksi tajam dari berbagai kalangan, termasuk seorang pengguna akun X (Twitter) bernama Ilham Wahyu S. Ia menganggap diskusi tersebut kontroversial dan menilai bahwa tokoh agama perlu memberikan tanggapan.

Dalam unggahannya, Ilham menyoroti pernyataan Ade Armando yang mempertanyakan relevansi menghafal Alquran di era digital.

"Di zaman sekarang, orang masih menghafal Alquran itu manfaatnya apa?," tanya Ade dalam video tersebut.

Ia berargumen bahwa dengan kemajuan teknologi, seseorang dapat dengan mudah menemukan ayat-ayat Alquran melalui pencarian internet.

"Begitu anda lupa, anda langsung klik, klik, klik, keluar si Ali Imran, Al-Maidah," tambahnya.

Kumaila, yang menjadi lawan bicara Ade dalam diskusi itu, memberikan pandangan serupa.

"Aku setuju," ujarnya.

Bahkan, ia membantah pendapat Ade sebelumnya yang menyebut hafalan Alquran sebagai sesuatu yang luar biasa.

"Karena bagiku itu biasa saja, karena tidak ada manfaatnya," katanya.

Pernyataan tersebut menuai kecaman, termasuk dari Ilham Wahyu S, yang menyerukan perlunya tanggapan dari ulama seperti Gus Baha atau Ustaz Adi Hidayat untuk membantah pandangan tersebut.

Ia juga menyinggung bahwa pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pernyataan seperti itu bisa berujung pada hukuman berat.

"Mungkin kalau di zaman Umar, kepalanya sudah dicopot itu," ujar Ilham dalam unggahannya pada Minggu, 2 Februari 2025.

Tak hanya itu, Ilham juga menyerukan agar Kumaila diberhentikan dari posisinya sebagai dosen, jika benar ia mengajar di institusi akademik.

"Pecat dia dari dosen, hemmmm," tulisnya.

Video ini memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak warganet yang mengkritik pernyataan Ade Armando dan Kumaila, dengan menekankan bahwa menghafal Alquran memiliki manfaat spiritual dan intelektual yang tidak bisa diukur hanya dengan kemudahan akses digital.

"Orang pake motor atau mobil biar selamat, salah satunya hapal fungsi-fungsi tiap bagian kendaraan. Emang ada yang mau disopirin orang yang tiap mau bawa mobil harus baca manualnya dulu?," ujar seorang warganet di kolom komentar.

Warganet lain menekankan bahwa menghafal Alquran adalah cara untuk menjaga keasliannya dari generasi ke generasi.

"Sependek yang diajarkan, menghafal Alquran itu sebagai bentuk menjaga keasliannya sampai akhir zaman nanti. Sesederhana, dalam salat Imam salah baca. Jika nggak ada makmum yang hafal, gak ada yang bisa koreksi. Dalam hal lupa bisa cek Google, tapi Imam gak mungkin buka hape dulu," tulis seorang pengguna X.

Komentar lainnya menyoroti manfaat menghafal Alquran dalam konteks dunia dan akhirat.

"Manfaat praktis dalam konteks dunia ya itu menjaga keaslian lafadznya, makanya sampai sekarang Alquran gak bisa dipalsukan apalagi diubah isinya kayak kitab agama lain. Kalau konteks korelasi akhirat, ini jelas banyak manfaatnya yang dirasakan di dunia juga. Wallahu a'lam," tulis warganet lain.

(Sumber selengkapnya: Fajar)