eramuslim

Adjie Santosoputro: Bensin Aja Bohong, Apalagi yang Lain?

eramuslim.com - Adjie Santosoputro, seorang praktisi kesehatan mental di Indonesia, turut menanggapi polemik pengoplosan Pertamax yang melibatkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Melalui akun X dengan nama @Adjiesanputro, Adjie menyampaikan kekecewaannya terhadap kasus tersebut.

"Bahkan kita beli bensin juga dibohongin negara. Selain bensin, bohongnya apalagi yah?" tulis Adjie, dikutip Rabu, (26/2/2025).

Ia juga mengungkapkan pertanyaan mengenai apakah ada bagian dari negara yang tidak diwarnai kebohongan.

"Saking banyak bohongnya… Jadi bertanya-tanya: ada gak sih bagian hidup kita yang enggak dibohongin negara?" tambahnya.

Cuitan tersebut mendapat tanggapan serupa dari netizen, di mana beberapa berpendapat bahwa praktik kecurangan di negara ini semakin banyak terjadi.

Sementara itu, proses pemeriksaan tersangka dalam kasus pengoplosan Pertamax masih berlangsung.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa para tersangka terdiri dari empat petinggi anak perusahaan PT Pertamina serta tiga orang lainnya dari pihak swasta.

"Perbuatan melawan hukum tersebut telah mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun," ujar Abdul Qohar di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Senin (24/02) malam.

Ia menjelaskan bahwa kerugian tersebut berasal dari beberapa sumber, termasuk ekspor minyak mentah dalam negeri, impor minyak mentah melalui broker, impor bahan bakar minyak (BBM) melalui broker, serta pemberian kompensasi dan subsidi.

Selain itu, modus lain yang dilakukan adalah mencampur impor minyak mentah RON 90 (setara Pertalite) dan kualitas di bawahnya untuk menghasilkan RON 92 (Pertamax).

Atas tindakan tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Sumber: Fajar)