AI Desak Kongres AS Segera Usut Kejahatan Pemerintahan Bush
Aktivis kemanusiaan dan organisasi-organisasi HAM di AS mendesak Kongres AS agar mengusut pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintahan George W. Bush di bawah kampanye "perang melawan teror" dan menyeret para pelaku pelanggaran tersebut.
Juru kampanye Amnesty Internasional (AI) AS, Zeke Johnson mengatakan, anggota AI dan sejumlah aktivis kemanusiaan sejak tanggal 6 sampai 17 April melakukan pertemuan dengan perwakilan dan senator AS untuk melobi mereka agar pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Bush segera diusut.
"Kurang lebih 133 delegasi akan melakukan lebih dari 200 pertemuan di seluruh AS untuk menyampaikan desakan ini," kata Johnson.
Lobi-lobi itu merupakan bagian dari program "Aksi 100 Hari" Amnesty International, sebuah proyek untuk memantau pemerintahan Barack Obama apakah melakukan langkah konkrit dalam 100 hari pemerintahannya, terutama dalam penegakkan hukum dan komitmennya pada hak asasi manusia.
"Kami menuntut akuntabilitas atas tindakan sewenang-wenang, penyiksaan dan pelanggaran HAM lainnya yang dilakukan pemerintah AS dan kontraktor-kontraktornya dalam 'perang melawan teror'," sambung Johnson.
Masyarakat AS awal Maret kemarin dibuat kaget oleh sembilan dokumen rahasia yang dipublikasikan Departemen Kehakiman. Dari dokumen itu diketahui bahwa Bush diberi wewenang tak terbatas untuk mengambil kebijakan-kebijakan keamanan pasca serangan 11 September 2001. Bush dibolehkan membatasi kebebasan sipil, melakukan penyerbuan dan penggeledahan tanpa surat ijin, memenjarakan warga negara AS tanpa surat perintah resmi dari otoritas hukum dan dibolehkan melanggar hukum serta kesepakatan internasional.
Pemerintahan Bush juga menggunakan teknik-teknik interogasi yang agresif, termasuk waterboarding dan pengurangan waktu jam tidur pada para tersangka yang dituduh terlibat dalam terorisme. Belum lagi skandal penyiksaan tahanan di kamp penjara Guantanamo, di penjara-penjara AS di Irak dan Afghanistan. Selain itu, pemerintahan Bush membolehkan CIA mengoperasikan kamp-kamp penjara rahasianya di sejumlah negara dan memindahkan para tahanan ke negara dimana para tahanan itu kemudian mengalami penyiksaan.
Amnesty International yang memiliki sekitar 2,2 juta pendukung dan relawan dari 150 negara lebih ini, mengajak masyarakat internasional untuk mendukung kampanye pengusutan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Bush.
"Pekan lobi ini untuk mendesak anggota Kongres mulai dari tingkat distrik agar mendukung seruan pembentukan komisi penyelidik terhadap praktek-praktek pelanggaran HAM pemerintah AS. Komisi itu harus independen, tidak memihak, obyektif dan beranggotakan para pakar hukum internasional dan hukum kemanusiaan yang kredibel," papar Johnson. (ln/iol)