free hit counters
 

Setelah Boikot, Lalu Apa?

Sebagian dari kita, hari ini mungkin sedang "puasa" membuka Facebook sebagai bentuk solidaritas atas seruan "Boikot Facebook" setelah situs jejaring sosial itu memuat halaman group "Everybody Draw Mohammed Day" (selanjutnya disingkat EDMD) yang berisi ajakan bagi siapa saja pengguna Facebook di seluruh dunia untuk membuat gambar karikatur Nabi Muhammad Saw.

Sejauh ini, baru negara Pakistan yang secara resmi mengeluarkan instruksi agar perusahaan yang menyediakan jasa internet di negara itu menutup akses ke Facebook sebagai bentuk protes. Indonesia, menurut situs Gatra.com, lewat Departemen Komunikasi dan Informatika akan melayangkan surat keberatan resmi ke markas besar Facebook di AS, terkait halaman "EDMD". Sementara sebagia masyarakat pengguna Facebook, khususnya yang muslim, dengan sukarela melakukan boikot satu terhadap situs jejaring sosial Facebook.

Tapi tak banyak yang tahu latar belakang munculnya halaman "EDMD" di Facebook yang menuai boikot itu. Akun itu dibuat oleh seorang kartunis perempuan asal Seattle, AS bernama Molly Morris. Morris mempublikasikan lomba membuat karikatur Rasulullah itu sebagai ungkapan kekesalannya atas sensor yang dilakukan pengelola jaringan televisi Comedy Central terhadap episode ke-21 film "South Park" , film animasi bergenre situasi komedi (sitkom).

Comedy Central menyensor bagian di episode yang memvisualisasikan sosok Nabi Muhammad dalam bentuk gambar yang dibuat oleh dua kartunis AS, Trey Parker dan Matt Stone. Pihak Comedy Central mengklaim mendapat ancaman dari kelompok-kelompok Islamis karena menampilkan gambar Nabi Muhammad dalam film animasi itu, bahkan kedua kartunisnya mendapat ancaman akan dibunuh.

Morris menilai kelompok-kelompok Islam itu telah membatasi kebebasan berkespresi dengan cara mengancam orang lain yang dianggap telah menyinggung mereka dan Islam. Terlintaslah ide konyol itu, Morris mempublikasikan halaman "EDMD" yang mengajak siapa saja untuk membuat kartun Nabi Muhammad di Facebook, pada tanggal 10 April 2010 dan berakhir hari ini, Kamis, 20 Mei 2010.

Itulah latar belakang "Boikot Facebook" hari ini, meski pro dan kontra di kalangan muslim sendiri bermunculan atas seruan aksi boikot itu. Saya pribadi menghormati keputusan masing-masing orang. Di satu sisi, boikot memang penting, meski saya sendiri tidak tahu akan sejauh apa dampak "kapok" bagi para pelaku pelecehan Nabi atau buat Facebook sendiri, mengingat penghinaan-penghinaan terhadap Rasulullah Saw. sudah sering terjadi dan pelakunya tetap melenggang bebas, tanpa ada sanksi yang menimbulkan efek jera.

Tapi ada baiknya juga kita mengingat pernyataan Yusuf Al-Qaradawi, ulama bertaraf internasional yang cukup disegani dunia Barat dan ketua Persatuan Cendikiawan Muslim Internasional, ketika kartun-kartun Rasulullah yang pernah diterbitkan koran Dennmark dipublikasikan kembali dan menuai kemarahan umat Islam di dunia. Dalam sebuah acara di stasiun televisi Al-Jazeera, beliau mengatakan, "Orang-orang itu sedang memprovokasi kita supaya terjadi protes di mana-mana. Umat Islam berhak untuk marah, tapi kami menyerukan agar umat Islam bertindak rasional, bijak dan tetap tenang."

"Kita harus bekerja sama dengan seluruh umat untuk menyeret mereka yang telah menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad Saw ke pengadilan dan kita harus bekerja keras untuk mendesak dikeluarkannya undang-undang yang melarang tindakan pelecehan semacam itu, " tukas Syaikh al-Qaradawi yang ketika itu mendukung boikot produk Denmark sebagai bentuk protes atas penerbitan kartun itu.

Ironisnya, sampai saat ini, upaya kaum Muslimin agar dibuat hukum internasional yang melarang tindakan pelecehan terhadap agama dan simbol-simbol agama, selalu gagal karena dijegal oleh negara-negara Barat, AS dan Eropa yang selama ini mengklaim sebagai negara-negara maju yang demokratis dan menghormati kebebasan beragama. Termasuk di Indonesia, masih ada kelompok yang berusaha untuk mencabut undang-undang penodaan terhadap agama.

Saya meyakini, mereka yang ikut aksi boikot hari ini, bukan sekedar tersinggung tapi juga karena wujud kecintaan dan penghormatan terhadap manusia paling mulia, Rasulullah Muhammad Saw. Bisa jadi, muncunya ide konyol "EDMD" adalah peringatan buat kita semua, yang mengaku muslim tapi sudah banyak meninggalkan dan melupakan ajaran-ajaran yang diturunkan Rasulullah Saw. Sebab itu, ada esensi yang paling penting dari sekedar boikot yang cuma satu hari ini. Yaitu mengingat kembali akhlak mulia beliau Saw, menghayati ajaran-ajaranya dan meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.



Selama ini, kita mengenal sosok Rasulullah dari kisah-kisah seputar dirinya, sebagai sosok manusia istimewa, pemimpin umat, suami, ayah, kakek, bahkan pengusaha yang sungguh berakhlak mulia. Tetapi, sudahkah kita berusaha mengamalkan dan mencontoh sikap-sikapnya yang sangat terpuji, sehingga kita tidak malu hati untuk mengatakan bahwa kita memang mencintai Rasulullah Saw itulah sebabnya kita marah jika ada orang yang menghina beliau.

Seburuk apapun orang menghina Rasulullah Saw, citra Rasulullah Saw. tidak akan hancur, karena kemuliaannya sudah terbukti dan tertulis dalam tinta emas sejarah Islam dan kitab suci Al-Quran yang akan tetap terjaga sampai akhir zaman.

"Sesungguhnya pada Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu, bagi orang-orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan hari akhirnya, serta mengingat Allah sebanyak-banyaknya." (al-Ahzab: 21)

Penulis: Magdalena K (lenakei.multiply.com)

Muslimah Terbaru