Aksi Nekat Tom Lembong: Makan Gula Rafinasi di Sidang, Apa Risikonya Bagi Kesehatan?

Eramuslim.com - Sidang kasus dugaan korupsi impor gula yang menyeret eks Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong memunculkan momen tak biasa. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Tom Lembong nekat memakan gula rafinasi di hadapan jaksa sebagai bentuk protes.
Ia ingin membuktikan bahwa gula rafinasi tidak berbahaya bagi tubuh. Namun, ia kemudian mengaku mengalami sakit gigi, meski rasa sakit itu hilang setelah berkumur. Aksinya memancing sorotan publik, terutama karena kasus yang menjeratnya ditaksir merugikan negara hingga Rp578 miliar, akibat persetujuan impor gula tanpa mekanisme rapat koordinasi.
Gula Rafinasi vs Gula Alami: Mana Lebih Aman?
Gula yang dikonsumsi Tom Lembong disebut sebagai gula rafinasi — sebuah jenis gula hasil proses industri dari tanaman seperti tebu dan bit. Proses pembuatannya melibatkan ekstraksi cairan, pengkristalan, hingga penghilangan molase yang akhirnya menghasilkan kristal gula murni.
Berbeda dari gula alami, gula rafinasi miskin nutrisi. Kandungannya hanya gula tanpa serat, vitamin, protein, atau mineral. Di Indonesia, gula ini tidak dijual bebas dan hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman.
Bahaya Konsumsi Gula Rafinasi yang Terlalu Banyak
Menurut berbagai sumber medis, seperti Alodokter dan Healthline, konsumsi gula rafinasi secara berlebihan bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius, antara lain:
-
Obesitas
-
Diabetes tipe 2
-
Penyakit jantung
-
Depresi dan demensia
-
Gangguan hati
-
Jenis-jenis kanker tertentu
Gula rafinasi juga banyak ditemukan dalam produk olahan seperti soda, kue kering, dan es krim, yang sering kali tinggi garam dan lemak jenuh — kombinasi yang semakin memperburuk dampaknya terhadap kesehatan.
Gula Alami: Alternatif yang Lebih Aman, Tapi Tetap Harus Bijak
Di sisi lain, gula alami seperti yang terkandung dalam buah, susu, dan madu, masih memiliki nilai gizi tambahan seperti serat, protein, dan vitamin. Namun, tetap saja, bentuk olahan seperti jus buah kemasan atau smoothies tak lagi sehat seperti buah utuh, karena umumnya sudah kehilangan serat alaminya.
Begitu pula dengan madu dan sirup maple, meskipun alami, tetap mengandung kadar gula tinggi dan rendah serat, sehingga tetap harus dikonsumsi secara terbatas.
Kasus Tom Lembong bukan hanya menggambarkan sisi gelap praktik impor, tetapi juga membuka diskusi publik soal kesadaran pangan dan kesehatan. Aksi nekatnya makan gula rafinasi di ruang sidang memang dramatis, tetapi risiko jangka panjang dari konsumsi jenis gula ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
Sumber: Detik.com