eramuslim

Al-Qaidah Ancam Culik Pangeran dan Menteri Saudi

Al-Qaidah mengancam akan menculik pangeran Saudi dan menteri untuk membebaskan seorang anggota perempuan al-Qaidah yang ditangkap oleh pasukan Saudi, lapor Al Arabiya pada hari Kamis (3/6).

Dalam rekaman yang diputar Al Arabiya, seorang komandan al-Qaidah mengancam akan lakukan "operasi besar" untuk melawan kerajaan berikut terjadinya penangkapan terhadap Haylah al-Qassir.

Qassir diyakini bertanggung jawab dalam merekrut para perempuan untuk kelompok Al-Qaidah global serta masalah penggalangan uang, Al Arabiya mengatakan.

"Organisasi sel Al-Qaidah sedang mempersiapkan untuk menculik ... pangeran, menteri dan pejabat termasuk komandan militer," kata Said al-Syahri mengatakan dalam rekaman itu.

Syihri, yang konon merupakan orang nomor dua al-Qaidah semenanjung Arab yang berbasis di Yaman, dan menekankan bahwa keluarga tersangka yang ditahan di Arab Saudi akan mengangkat senjata untuk membebaskan mereka daripada harus mengemis memohon pembebasan kepada pejabat Saudi.

Hayla Qassir, yang disebut sebagai "wanita al-Qaidah", adalah janda dari operasi Al-Qaidah yang tebunu enam tahun yang lalu, Al Arabiya mengatakan.

Sayap kelompok regional yang dikenal sebagai Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP), melompat ke garis terdepan menjadi masalah keamanan Barat dan Saudi setelah mengaku bertanggung jawab atas upaya gagal pada Desember lalu untuk bom pesawat penumpang AS.

Pada bulan April, kelompok ini berusaha untuk membunuh Duta Besar Inggris untuk Yaman ketika seorang pembom bunuh diri melemparkan dirinya ke jalur konvoi di ibukota, Sanaa.

Agustus tahun lalu, seorang pembom bunuh diri Al-Qaidah yang menyamar sebagai seorang Jihadis yang bertobat, mencoba untuk membunuh Pangeran Nayef bin Muhammad yang memimpin kampanye anti-terorisme Arab Saudi.

Yaman adalah tanah air leluhur pemimpin al-Qaidah kelahiran Saudi Usamah bin Ladin, yang telah dicabut kewarganegaraan Saudi-nya. (fq/aby)