eramuslim

AS Berniat Gelar Intervensi Militer Di Libya

US soldiers arrived from Afghanistan stand near a plane at the US airbase 30 km outside Bishkek in Manas on February 26, 2009. The soldiers who had been serving with ISAF forces in Afghanistan made a layover on their way to Germany. The United States is still holding out hope for a deal with Kyrgyzstan to avoid the closure of the US military supply base there for Afghanistan even after the Kyrgyz president formalised the shutdown. AFP PHOTO / VYACHESLAV OSELEDKO (Photo credit should read VYACHESLAV OSELEDKO/AFP/Getty Images)

Eramuslim – Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Peter Cook, mengatakan bahwa Pentagon tengah mempertimbangkan semua pilihan di Libya, menanggapi situasi terkini terkait semakin meluasnya keberhasilan mujahidin Islam di berbagai wilayah.

“Pilihan yang dibahas Pentagon termasuk menggelar intervensi militer di negara tersebut, akan tetapi masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana situasi akan berkembang di Libya nantinya,” ujar Peter Cook dalam keterangan resmi pada hari Rabu (27/01).

Peter melanjutkan, “Kami akan terus memantau situasi dan mempelajari pilihan yang tersedia nantinya di depan. Dan tentunya kita harus siap kapan saja untuk mengambil pilihan tersebut.”

Menurut Peter, langkah pertama yang harus diambil Libya saat ini adalah kembali membentuk pemerintahan bersama yang mewakili seluruh kelompok, setelah pada Senin (25/01) kemarin Parlemen Libya menolak pemerintah rekonsiliasi nasional yang dibentuk PM Fayez Al-Sarraj.

Perlu diketahui bahwa perang saudara di Libya terjadi setelah Mayjen Khalifa Haftar yang didukung Barat menolak dan mengkudeta General National Congress (GNC), yang terpilih pada pemilu bulan Juli tahun 2012 lalu, karena di dominasi oleh kalangan Islamis. (Sputnik/Ram)