eramuslim

Amien Rais: Korupsi Sudah Jadi “Way of Life”, Penguasa Asli Republik Ini Adalah Para Koruptor

Partai Baru Amien Rais Diprediksi Minim Dukungan | tempo.co

Eramuslim.com - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kondisi korupsi yang makin mengakar di Indonesia. Ia menilai, korupsi bukan lagi sekadar pelanggaran, tetapi telah menjelma menjadi budaya—bahkan gaya hidup—di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Di banyak negara, kaya maupun miskin, korupsi bisa dibilang sudah jadi way of life,” ujar Amien, Selasa (8/7/2025).

Menurut Amien, telah terbentuk pola tak tertulis yang diwariskan turun-temurun: setiap jabatan negara, dari ASN level bawah hingga elit tertinggi, dipandang sebagai peluang emas untuk memperkaya diri.

Ia menyoroti bahwa para pelaku korupsi besar justru bercokol di sektor-sektor vital seperti pertambangan, kehutanan, pertanian, dan perdagangan. Bagi Amien, para koruptor inilah yang sesungguhnya menjadi "penguasa de facto" negeri ini.
“Kedengarannya ekstrem, tapi inilah realitas pahit yang sedang kita jalani,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, ia mengungkap bagaimana uang para koruptor mampu menembus tembok hukum dan kekuasaan.
“Oknum di kepolisian, parlemen, partai politik, kejaksaan, pengadilan, kepala daerah, bahkan menteri—semua bisa dibeli,” tegasnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Amien, adalah pengaruh para koruptor yang bahkan bisa menjangkau dan memengaruhi kebijakan Presiden.
“Semua lembaga negara, secara struktural, sedang mengidap penyakit korupsi,” ujarnya blak-blakan.

Meski begitu, Amien menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 lalu, yang menegaskan komitmen serius memberantas korupsi. Termasuk rencana pembangunan penjara khusus koruptor di pulau terpencil yang disebutnya patut didukung.

“Political will dari Presiden Prabowo harus segera dibuktikan. Semakin cepat, semakin baik. Rakyat sudah lama menanti vonis 30 tahun penjara bagi koruptor kelas kakap,” pungkasnya.

Pernyataan Amien ini bukan hanya peringatan, tapi juga tantangan bagi penguasa untuk membuktikan bahwa republik ini belum sepenuhnya dikuasai oleh para pencuri berseragam resmi.

Sumber: fajar.co.id