eramuslim

Amir Khan : Seandainya Aku Petinju Kulit Putih

Meskipun menjadi juara dunia yang mendapatkan beberapa gelar petinju untuk negaranya, Petinju Muslim Inggris Amir Khan masih dihantui oleh tindakan rasisme karena warna kulitnya.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa kadang-kadang warna kulit membuat perbedaan," kata Amir (22 tahun) juara kelas menengah ringan WBA kepada Guardian pada Sabtu kemarin (5/12).

"Aku yakin sekali jika aku seorang petinju inggris berkulit putih mungkin aku akan menjadi superstar di Inggris, dan dunia."

Petinju kelahiran Bolton itu mengatakan ia menjadi sasaran rasis sejak kekalahan profesional pertamanya dari petinju Breidis Prescott dari Kolombia, pada bulan September tahun lalu.

"Setelah kalah dari Prescott, orang-orang berkata, 'Dia sudah selesai', ada komentar rasial dibuat," kata Khan.

"Jika Anda menuju ke message board dan forum chatting selalu ada orang yang memasukkan sentimen agama.

Namun tindakan rasis itu tidak pernah membuat patah semangat petinju muslim tersebut.

"Hal itu membuat saya lebih kuat, membuat saya kembali menjadi lebih kuat dan membuat aku menjadi petarung yang lebih baik."

Amir Khan, asal Pakistan, juara kelas menengah ringan WBA pada 18 Juli 2009, menjadi juara dunia tinju termuda ketiga dari Inggris setelah Naseem Hamed dan Herbie Hide.

Ia juga mantan juara Persemakmuran kelas ringan, Inter-Continental WBO kelas ringan, dan juara kelas ringan WBA internasional.

Amir Khan mempertahankan gelar juara dunia pertama kali di kelas menengah ringan WBA sewaktu melawan petinju Ukraina Dmitri Salita di Newcastle pada hari Sabtu.

Kebanggaan Briton

Meskipun ia merasa sakit hati oleh tindakan rasis yang ia terima, namun petinju muslim ini bangga untuk mewakili Inggris di panggung tinju internasional.

"Saya bangga menjadi orang Inggris," kata Khan.

"Aku bertanding ke Olimpiade untuk Inggris Raya dan memenangkan medali untuk Inggris Raya dan kemudian memenangkan gelar juara dunia untuk Inggros tapi kadang-kadang anda tidak melihat apresiasi masyarakat terhadap hal itu."

Etnis minoritas Inggris harus mengalami rasa sakit akibat tindakan rasisme, dengan perkiraan 87.000 anggota etnis minoritas menjadi korban dari kejahatan rasial termotivasi.

Angka-angka juga menunjukkan bahwa etnis minoritas memiliki pengangguran terburuk dan krisis perumahan di negara itu.

Sekitar 70 persen dari semua etnis minoritas tinggal di daerah yang paling miskin, dibandingkan dengan 40 persen dari populasi umum.

Khan mengatakan bahwa dia sedang mencoba untuk menjembatani kesenjangan antara masyarakat Asia dan Briton.

"Aku melakukannya hanya untuk memperbaiki keadaan antara masyarakat Asia dan masyarakat Inggris," katanya.

"Akan selalu ada hal-hal rasial di sana dan aku mencoba memecahkan penghalang itu. Aku percaya dalam damai."