Ancaman Bom di Pesawat Jemaah Haji, Belum Ditemukan Fisik Bom di Saudi Airlines

Eramuslim.com - Sebuah ancaman bom menggemparkan pesawat Saudi Airlines yang membawa 442 jemaah haji dari Jeddah menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut akhirnya terpaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Brimob dan Densus 88, dipastikan bahwa tidak ditemukan bom atau bahan berbahaya di dalam pesawat. Seluruh penumpang selamat, terdiri dari 207 laki-laki dan 235 perempuan, yang tergabung dalam kloter 12 JKS (Jakarta-Bekasi).
Meski ancaman itu tidak terbukti, Densus 88 tetap melakukan penyelidikan serius dan kini berkoordinasi dengan pihak Saudi Arabia karena pelaku pengirim ancaman diduga berasal dari luar negeri, bukan dari Indonesia.
Selain itu, Densus 88 juga menggandeng Interpol untuk melacak keberadaan pelaku yang mengirim ancaman kepada maskapai. Koordinasi dengan otoritas Saudi terus dilakukan untuk memastikan pelaku bisa segera ditemukan dan diadili.
“Begitu ada informasi, langsung kami respons. Penelusuran dan koordinasi terus berjalan, termasuk dengan otoritas Saudi dan pihak internasional,” ujar AKBP Mayndra Eka Wardhana, Juru Bicara Densus 88.
Insiden ini menunjukkan bahwa keamanan jemaah haji adalah prioritas utama, dan pemerintah Indonesia bekerja keras agar mereka bisa pulang ke rumah dengan aman dan tanpa rasa takut.
Meskipun, Penyelidikan kasus ancaman bom di Saudi Arabia Airlines SV-5726 yang mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, ditangani Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Namun, hingga saat ini Densus belum menemukan fisik bom di maskapai penerbangan tersebut. Mayndra mengatakan, saat ini pihak Saudi Arabia tengah melakukan pengembangan atas ancaman yang diterima dari negara lain ke Saudi Arabia. Sebab, objek yang diancam adalah aset Arab Saudi, yaitu SV-5726.
"Hanya memang disasar kan ke Indonesia ke jakarta. Jadi, ini bagi Negara Saudi juga suatu hal yang menjadikan mereka waspada juga," ungkap perwira menengah Polri itu.
Sumber: Sindo News dan Metro TV News