Angka Putus Sekolah Bisa Jadi Bencana Pendidikan

Waktu antara bulan Juni-Juli setiap tahun di negara kita adalah masa-masa yang berat bagi masyarakat miskin. Sebab, di masa-masa inilah mereka berjuang keras agar anak-anak mereka tetap dapat melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Sayangnya, momen ini seringkali berujung bagaikan bencana akibat tingginya angka putus sekolah.
Seperti diungkapkan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, semangat menyekolahkan anak adalah hal yang menjadi ciri kemuliaan bangsa kita. Di tengah segala keterbatasan akibat kemiskinan, masyarakat masih bercita-cita menyekolahkan anak-anaknya. Semiskin-miskinnya masyarakat di negeri ini, mereka meyakini bahwa pendidikan bagi anak-anak mereka adalah hal yang sangat penting.
“Sayangnya, keinginan mulia ini seringkali berakhir bagaikan bencana,” tegasnya.
Ahyudin menjelaskan, makna bencana adalah “kehilangan”. Pada bencana alam, para korban kehilangan jiwa dan harta benda. Tetapi, pada bencana pendidikan, yang terjadi adalah hilangnya kesempatan untuk meraih keinginan mulia tadi.
Fakta besarnya bencana dapat kita lihat pada data jumlah anak-anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah. Menurut data Kemendiknas, tahun ini tak kurang setengah juta anak usia SD yang putus sekolah. Sedang usia SMP ada separuhnya dari jumlah anak putus sekolah usia SD.
Tentu saja, faktor biaya menjadi penyebab utamanya. Bukan sekadar biaya sekolah (pendaftaran dan SPP) tetapi juga biaya kelengkapannya seperti seragam, sepatu, tas, alat tulis, buku pelajaran dan biaya-biaya lainnya. Kendala para orang tua miskin dalam memenuhi itu menyebabkan anak-anak mereka terpaksa putus sekolah.
Untuk itu, ACT mengajak siapa saja yang peduli untuk turut berbagi paket bantuan pendidikan agar mereka terhindar dari bencana putus sekolah. “ACT bertekad membantu 100 ribu anak miskin di daerah-daerah yang pernah terkena dampak bencana dan daerah miskin di seluruh Indonesia agar terhindar dari ancaman putus sekolah,” tandas Ahyudin.
Bantuan dari donatur akan disalurkan dalam paket-paket berisi 3 stel seragam sekolah, sepatu, tas, alat tulis, buku pelajaran dan biaya lainnya. Saat ini, paket bantuan sudah mulai disalurkan hingga menjelang tahun ajaran baru dimulai.
Sugih Hartanto
Communications Manager AKSI CEPAT TANGGAP
Perkantoran Ciputat Indah Permai, Blok B-8
Jl. Ir. H. Juanda No.50, Tangerang Selatan
Ciputat 15419 - Indonesia
Telp : +62 21- 741 4482
Fax : +62 21- 742 0664
Mobille : +62 878 3945 3416
PIN : 2537DE55
Twitter : @UgiACT