eramuslim

Anies Baswedan Ceritakan Pengalaman saat Jadi Gubernur: BUMN Tak Mau Jual Aspal untuk Formula E, Terpaksa Bikin Sendiri

eramuslim.com - Anies Baswedan membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, di mana ia menghadapi berbagai pembatasan dalam menjalankan tugasnya.

Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, Anies mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya, ia beberapa kali mengalami kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan yang seharusnya bisa berjalan dengan lancar.

“Saya ketika menjalani tugas di Jakarta itu mengalami banyak sekali pembatasan-pembatasan di dalam kita bekerja,” kata Anies Baswedan.

Ia menambahkan bahwa pada awalnya ia mengira hambatan-hambatan tersebut merupakan inisiatif dari bawahannya.

“Pada waktu itu saya membayangkan ini inisiatif bawahan seperti tadi saya cerita,” tambahnya.

Salah satu contoh yang diungkapkannya adalah ketika ia ingin membangun trek untuk ajang balap Formula-E. Menurutnya, proyek tersebut sempat menghadapi kendala karena kesulitan mendapatkan aspal yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

“Misalnya, gini kita mau membuat trek untuk Formula-E. Trek itu kan aspal ya, lalu ketika mau mencari aspalnya tidak ada yang mau jual itu pusing juga, padahal itu aspalnya khusus,” ujarnya.

Bahkan, menurut Anies, pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun enggan menjual aspal yang dibutuhkan. Akibatnya, ia memutuskan untuk membuat sendiri campuran aspal tersebut.

“Termasuk BUMN nggak mau jual, akhirnya bikin sendiri. Ketika nyampur sendiri itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses pencampuran aspal, mereka harus mencari rumusan yang tepat, dan bahkan beberapa kali alat pencampur (molen) mengalami kerusakan.

“Ada rumusnya dikerjakan sendiri sampai molen untuk penyempurnanya itu rusak beberapa kali,” lanjutnya.

Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Anies tetap berusaha berpikir positif dan tidak ingin buru-buru menuduh ada faktor lain di balik hambatan yang dialaminya.

“Tapi waktu kami berpikir ini inisiatif dari bawah yah jangan sampai nanti saya ditegur,” pungkasnya.

(Sumber: Fajar)