Anies Ketika Ditanya Tentang MBG: Makanan Diberikan, Tapi Pendidikan Jangan Terlewat

Eramuslim.com - Calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Anies Baswedan disambut bahkan dielu-elukan ribuan jemaah saat menyampaikan ceramah agama di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Senin (3/3/2025) malam.
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu mendapati sejumlah pertanyaan dari jemaah terkait banyak hal salah satunya isu politik dalam negeri dan kebijakan pemerintah.
Anies diminta memberikan pandangannya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya ingin bertanya, Abah sempat nyenggol investasi dan pendidikan. Apakah MBG yang dicetuskan salah satu investasi terbaik untuk masa depan pendidikan di Indonesia ini? Karena Abah bilang investasi pendidikan nggak sebentar apakah makan bergizi gratis salah satu investasi pendidikan yang terbaik untuk sekarang ini?” tanya peserta bernama Upi.
Anies lalu menjawab dengan hati-hati dan sedikit menyentil pemerintahan Prabowo Subianto, yang tak lain lawan politiknya pada Pilpres lalu.
Menurut Anies, Program MBG sudah berjalan sesuai janji politik Prabowo pada kontestasi lalu. Ia mendoakan program pemberian makan kepada siswa dan anak-anak itu berjalan lancar tanpa hambatan.
Namun Anies memberikan catatan dan kritiknya.
“Soal MBG, sebaiknya saya jangan komentar, ya soal ini. Kan, sudah jelas pemenangnya siapa. Jadi yang penting program ini terlaksana dengan tanpa ada masalah. Kita doakan lancar. Cuma, pendidikan itu bukan soal makan, tapi bahwa kalau sudah direncanakan memberi makan ya diberikan. Tapi isi pendidikannya jangan kelewat,” jawab Anies.
Lebih lanjut Anies menegaskan, fokus memajukan pendidikan bukan sekadar soal kesehatan dan gizi anak, melainkan proses belajar mengajar di kelas.
Tak sampai disitu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu juga menyinggung kebijakan pembangunan. Anies mengatakan, dalam politik, seringkali pengambil keputusan inginnya membuat hal yang bisa difoto untuk Pemilu berikutnya.
"Inginnya dikerjakan cepat, sesegera mungkin, segera peletakan (batu) pertama, segera peresmian. Supaya pada Pemilu berikutnya bisa ditunjukkan hasilnya. Itu boleh-boleh saja, nggak ada yang salah," katanya.
"Membangun itu cepat, membangun bandara cepat. Yang agak lama itu bangun ibukota," tukasnya.
(fajar)