AS Bentuk Pasukan Komando Rahasia di Pakistan
AS diam-diam mengerahkan 70 penasehat militer dan para ahli strateginya untuk melatih unit khusus di militer Pakistan. Unit khusus itu dibentuk untuk melakukan operasi terhadap al-Qaida dan Taliban di daerah-daerah pedalaman di barat Pakistan.
Surat kabar The New York Times mengutip sejumlah pejabat militer AS yang mengatakan bahwa para penasehat militer yang dikerahkan ke Pakistan kebanyakan diambil dari pasukan khusus angkatan udara AS. Mereka memberikan latihan militer dan intelijen pada personel militer Pakistan dibawah pengawasan Pusat Komando dan Komando Operasi Khusus angkatan bersenjata AS.
Selain memberikan pelatihan, para pakar militer AS juga membentuk pasukan khusus rahasia di militer Pakistan. Namun pihak AS membantah bahwa pasukan khusus yang berada dibawah Korps Perbatasan itu dibentuk untuk melakukan operasi tempur.
Menurut The Times, pasukan khusus itu bertugas mengumpulkan informasi dari CIA dan sumber-sumber informasi intelejen lainnya yang dijadikan dasar untuk menangkap dan membunuh para militan. Dana selama tujuh bulan terakhir, pasukan khusus bentukan AS itu sudah menangkap dan membunuh 60 orang yang mereka sebut sebagai militan dan pemberontak, lima diantaranya berlevel komandan.
Salah satu tokoh Taliban di Pakistan yang menjadi target pasukan khusus itu, menurut The Times, adalah Baitullah Mehsud dan pimpinan Taliban di kawasan Swat, Maulana Fazlullah.
Operasi rahasia pelatihan militer dan intelejen yang diberikan para penasehar militer dan pakar strategi AS ini sudah berlangsung sejak tahun 2007 lalu dengan persetujuan pemerintah dan militer Pakistan. AS berkepentingan untuk memberangus para anggota al-Qaida dan Taliban di Pakistan yang dianggap mengancam keselamatan pasukan AS di Afghanistan. Sementara Pakistan menganggap keberadaan para anggota al-Qaida dan Taliban di wilayahnya sebagai ancaman bagi stabilitas keamanan di dalam negeri Pakistan.
Alih-alih mengecam serangan misil pasukan AS ke wilayah Pakistan, diam-diam pemerintah dan militer Pakistan berkolaborasi dan berbagi informasi intelijen untuk melakukan serangan yang lebih akurat ke lokasi-lokasi yang mereka anggap sebagai basis al-Qaida dan Taliban.
"Pertukaran informasi antara AS dan Pakistan meningkat cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Keduabelah pihak sadar bahwa mereka punya kepentingan yang sama," kata analis militer dan pensiunan jenderal Pakistan, Talat Masood.
Meski demikian, sejumlah pejabat militer AS mengaku frustasi membujuk Kepala Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Ashfaq Pervez Kayani agar membuka peluang bagi pelatihan anti-terorisme secara menyeluruh di jajaran militer Pakistan. Dalam kunjungannya ke Washington pekan ini, AS menekan Jenderal Kayani agar lebih banyak berbuat sesuatu untuk menanggulangi ancaman al-Qaida dan Taliban. (ln/IHT)