As Syahid Said Ramadhan Al Buthi : Sebab Datang dan Perginya Musibah
Eramuslim.com
By As Syahid Said Ramadhan Al Buthi
Saya takut kita termasuk ke dalam golongan dari mereka yang disebutkan dalam Al Quran.
"Tidakkah kamu perhatikan orang orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?"
Yaitu neraka jahanam , mereka masuk ke dalamnya, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."
Ini berbahaya sekali , saudara-saudara...
Ya ikhwah, mari kita slalu mengingatkan saudara-saudara kita...
Setiap orang dari kalian harus menjadi alat pengingat bagi siapapun yang berada di kiri, di kanan, di samping, dan seterusnya...
Mari kita bertaubat dan kembali kepada Allah. Apa yang menjadi sebab musibah ini menimpa?
Dan apa yang menjadi sebab saat ini musibah itu pergi?
Ya ikhwah, kita harus memahami, dimulai dari kewajiban pertama yang telah saya sebutkan kepada kalian.
Bahwa yang menjadi sebab kedatangan musibah ini...atau yang menyebabkan Allah SWT menimpakan kepada kita, adalah kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan.
Batasan batasan yang kita lampaui, kita telah melanggar garis-garis merah yang telah dijelaskan di dalam kitabullah: bahwa seorang mukmin tidak boleh melanggarnya , tapi kita telah melanggarnya.
Dan mungkin kalian mengingat itu.
Demikian juga tidak tersadarkan bagi banyak masyarakat yang tinggal di negeri ini untuk mengingatkan dan memperingatkan.
Dan ini adalah masalah lain lagi, yaitu terjadinya kemungkaran merupakan musibah, dan pembiaran kemungkaran adalah musibah lain.
Inilah yang menyebabkan datangnya musibah ini.
Mungkin saya telah menjelaskan hal itu di beberapa kesempatan lalu.
Adapun penyebab kepergian musibah yang pasti akan berlalu dalam waktu sangat dekat sekali ini, tidak lain adalah ketundukan yang dilakukan oleh para hamba Allah di atas tanah yang diberkahi ini, berlindung, berdoa, bermunajat, dan menghadap kepada Allah SWT.
Banyak di antara para hamba Allah SWT yang mungkin kita tidak mengenal mereka, namun mereka adalah orang-orang bersih, mereka adalah para wali (kekasih Allah) SWT .
Ketundukan yang terus-menerus ini, penghambaan yang terus dilakukan terutama di penghujung terakhir di setiap malam, inilah yang menjadi sebab kepergian musibah ini.
Adapun kewajiban terakhir yang saya ingatkan diri sendiri dan kalian semua tentangnya, bahwa jika Allah SWT memberikan anugerah kepada kita dalam waktu yang dekat ini sehingga musibah ini hilang dari kita, lalu kita menarik nafas panjang, maka jangan sekali-kali kalian melupakan syukur kepada Allah SWT atas kenikmatan itu,
Mungkin ada di antara kalian yang mengira bahwa syukur kepada Allah SWT cukup dengan mengucapkan "Alhamdulillah" atas segala nikmat.
Tidak, Saudaraku!
Syukur tradisional seperti ini tidak bernilai di sisi Allah SWT.
Syukur kepada Allah SWT atas kepergian bencana dan kedatangan kenikmatan setelahnya adalah dengan cara menunaikan perintah perintah Allah SWT.
Disamping itu juga dengan kita berjanji kepada Allah untuk tidak melakukan kesia-siaan yang tidak diridhoiNya. Tidak melakukan perbuatan perbuatan haram yang tidak diinginkanNya untuk kita. Dan kita tidak keluar dari jalanNya menuju jalan yang tidak dikehendakiNya untuk kita.
Sumber : Hidayah Channel