eramuslim

Austria Mulai Berlakukan Sistem Kuota Untuk Pengungsi Timur Tengah

Lebanese soldiers secure the northern port city of Tripoli on February 20, 2014. A senior official in a Lebanese Alawite party supportive of the Syrian regime was shot dead today in the northern city of Tripoli, sparking clashes in which five people were wounded. As news of the assassination spread, shots rang out between the two neighbourhoods and at least five people were wounded, with Lebanese army troops moving to seal off the area. AFP PHOTO IBRAHIM CHALHOUB (Photo credit should read IBRAHIM CHALHOUB/AFP/Getty Images)

Eramuslim – Jum’at 19 Februari 2016, pemerintah Austria resmi mulai memberlakukan sistem kuota masuk bagi pengungsi asal Timur Tengah dan Afrika, yang sebelumnya di umumkan pemerintah Wina pada hari Rabu (17/02) kemarin.

Seperti dilansir AFP dari informasi yang diperoleh menyatakan bahwa setiap harinya pemerintah Wina hanya membolehkan 80 an pengungsi yang diperbolehkan masuk ke wilayahnya, dari sebelumnya yang diperkirakan mencapai 3.200 setiap harinya.

Perlu diketahui bahwa di tahun 2016 ini pemerintah Austria menyatakan hanya akan menerima 37.500 permintaan suaka, terkait masalah dana dan penyebaran tempat tinggal bagi para pengungsi, setelah sebelumnya menerima 90 ribu permintaan suaka di tahun 2015.

Sementara itu di sisi lain, juru bicara kepolisian Austria di perbatasan Slovenia, Fritz Grundig, melaporkan bahwa dari Kamis (18/09) hingga Jum’at pukul 08.00 GMT tidak ada satu orang pun pengungsi yang datang ke perbatasan Austria akibat cuaca buruk. (Skynewsarabia/Ram)