Bahayakan Kesehatan, UEA dan Mesir Larang Peredaran Mainan Slime
Eramuslim – Mainan anak-anak yang berbentuk seperti jeli dan bisa dibentuk sesuka hati “Slime”, bagi anak-anak memang dapat menyenangkan hati. Tapi buat orang tua sebaiknya berhati-hati. Karena 2 negara dikawasan Arab yang memberikan peringatan keras tentang risiko kesehatan yang tersimpan di dalam mainan ini.
Adalah Mesir dan Uni Emirat Arab. Keduanya memperingatkan orang tua bahwa jika pun ingin memberikan izin anak-anak bermain dengan material ini, perhatikan dulu komposisi bahan dasarnya.
Karena berdasarkan sejarahnya, slime pertama kali muncul dari Mattel perusahaan mainan yang juga membuat boneka Barbie.

Dalam wadah sampah plastik dan diperkenalkan pada musim dingin tahun 1976. Bentuknya licin berwarna hija dan warna-warna mencolok lain yang menarik perhatian anak-anak. Dari produsen ini komposisi bahannya jelas dan terukur.
Dalam seiring kepopuleran mainan ini, banyak perusahaan lain yang juga mengeluarkan produk serupa. Sayangnya komposisi bahannya tak bisa dikenali. Belum lagi kemudian ada berbagai video tutorial yang bisa diikuti untuk membuat slime.
Direktur Departemen Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat di Dubai UEA, Rida Salman, memperingatkan orang tua agar tidak membuat mainan populer ini di rumah sendiri.
“Mainan itu bisa mengandung bahan kimia beracun yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan anak-anak,” kata Rida seperti dikutip Khaleej Times.
Rida menambahkan, "Mainan di supermarket lokal aman karena mereka diperiksa sesuai standar kesehatan dan keselamatan global."
Tiga jenis Slime saat ini beredar - yang pertama terbuat dari bahan alami sehingga dianggap aman. Kedua yang terbuat dari bedak bayi, lem dan air yang memiliki toksisitas atau kadar racun yang rendah. Namun tipe ketiga menggunakan boraks, deterjen cucian, lem, air dan pewarna dan bisa dibuat di rumah adalah yang paling berisiko.

Boraks, khususnya, berbahaya dan mudah diserap melalui kulit saat anak-anak bermain dengannya.
Jika di UEA pemerintah masih sekadar memberi peringatan, di Mesir malah sudah dilakukan penggerebegan terhadap produsen mainan yang produknya bisa membahayakan anak-anak ini. Sekitar 200 produk Slime diamankan dalam pengerebegan itu
Kepala Komite Toksikologi di Akademi Penelitian dan Teknologi Ilmiah, Samih Abdel Qader, mengatakan kepada Mesir Independent pada hari Senin (26/2) bahwa orang tua jangan asal membeli mainan apa pun yang diminta oleh anak-anak mereka.
Dia menambahkan bahwa ada bahan berbahaya yang serius yang digunakan dalam proses pembuatan mainan Slime, “Seperti asam uric dan lem, dengan bahan-bahan yang berisiko tinggi terhadap kesehatan anak-anak dan berpotensi menyebabkan infeksi kulit,” kata Abdel Qader seperti dikutip Egypt Independent.
Belum lagi jika anak tanpa sengaja atau sengaja memasukkan bahan ini ke mulut mereka, bisa memicu risiko kanker.
Intinya, mainan apapun yang hendak diberikan kepada anak-anak, orang tua harus lebih dulu mengetahui apa komponen dasar bahan mainan dan bagaimana efeknya terhadap tubuh anak-anak.(Hls/Ram)