Bahayanya Akan Makanan Haram
Sebagaimana makanan yang kotor bisa menyebabkan badan sakit, infeksi dan melemahkan sistem imun tubuh maka makanan yang haram juga bisa menjadikan hati sakit bahkan mati. Agar sehat tubuh membutuhkan vitamin dan makanan yang steril dari bakteri, begitu juga hati agar kuat dan bersinar membutuhkan asupan makanan yang halal.
BAHAYA MAKANAN HARAM- Doa tertolak
- Dibakar Api Neraka
Abu Bakar as Shiddiq terkenal seorang yg wara' (berhati-hati). Beliau seorang yg sangat teliti mengenai soal pakaian dan makanan. Apabila dihidangkan makanan, beliau tidak begitu saja memakannya, tetapi diselidikinya terlebih dahulu apakah betul-betul halal?. Beliau suka berkata, "Darimana atau dari siapa, dan bagaimana didapatnya?". Dan setelah beliau yakin benar bahwa makanan itu halal, barulah dimakannya. Tetapi kalau tidak, atau beliau masih ragu-ragu, beliau tidak segan-segan minta maaf untuk tidak memakannya atau mengucapkan terimakasih dan menahan diri daripadanya.
Pada suatu hari datang seorang abid (ahli ibadah) dengan membawa dan menghidangkan makanan kehadapan beliau. Kebetulan sekali pada waktu itu beliau sedang dalam keadaan lapar, memang benar-benar tidak ada makanan di rumahnya.
Dengan pandangan seorang yg lapar melihat makanan yg tampaknya enak pula, beliau mulai makan, tanpa mengadakan tanya jawab atau menyelidiku dulu sebagaimana biasanya. Setelah beberapa suap, beliau teringat dan berhenti makan. Beliau terus memanggil abid yg membawa makanan tadi dan menanyakan sumber makanan tersebut. Ternyata menurut pandangan beliau makanan itu terdapat sedikit syubhat (samar-samar antara haram dan halal). Dengan segera beliau berlari keluar sambil memasukkan jari telunjuknya ke dalam kerongkongan untuk memuntahkan makanan itu kembali. Beliau usahakan dengan bantuan air hangat, sehingga bersih benar.
Ketika beliau memuntahkan dan membersihkan mulutnya, ada orang yg melihat dan bertanya, "Apakah tuan lakukan ini semua karena hanya satu suapan saja?". Beliau menjawab, "Demi ALLAH, jika makanan tadi tidak mau keluar melainkan dengan nafasku, niscaya akan keluar juga. AKu telah mendengar Rosulullah saw bersabda :
"Setiap daging yang tumbuh dari sumber yang haram, api neraka lebih berhak baginya" (HR. Ahmad)
- Beban Berat di Akhirat
- Tidak masuk surga
- Laknat Allah
- Berdiri tidak tegap
- Diperangi Allah dan RasulNya
- Seperti berzina dengan ibu kandung
- Berenang di sungai darah
Aku bertanya: ‘Ada apa dengan orang ini?’ Keduanya menjawab: ‘Lanjutkan (perjalanan).’ Kami pun melanjutkan perjalanan, hingga kami berhenti di sebuah kebun hijau. Di dalamnya terdapat pohon yang besar. Di bawahnya berteduh seorang tua dan anak-anak. Di dekat pohon tersebut ada seseorang yang memegang api pada kedua tangannya, yang ia menyalakannya.
Lalu keduanya (orang yang bersama Rasulullah n-pen) membawaku naik ke atas pohon lalu memasukkan aku ke dalam satu rumah yang aku tidak pernah sama sekali melihat rumah lebih indah darinya. Di dalamnya terdapat beberapa lelaki tua, anak-anak muda, wanita dan anak-anak kecil. Keduanya mengeluarkan aku dari rumah tersebut kemudian membawaku menaiki sebuah pohon dan memasukkan aku ke dalam sebuah rumah yang lebih indah dan lebih afdhal (lebih mulia). Di dalamnya terdapat orang-orang tua dan anak-anak muda.
Aku bertanya: ‘Kalian berdua telah membawaku berkeliling pada malam hari ini. Kabarkanlah kepadaku tentang apa yang telah aku lihat.’ Keduanya menjawab: ‘Ya. Tentang orang yang engkau lihat menusuk rahangnya, dia adalah pendusta. Dia suka berbicara dusta, maka kedustaannya dibawa orang hingga mencapai ke berbagai penjuru dan dia diperlakukan demikian sampai hari kiamat.
Orang yang engkau lihat dipukul kepalanya maka dia adalah seseorang yang Allah ajarkan kepadanya Al-Qur`an. Dia tidur (tidak membacanya) di malam hari dan tidak mengamalkannya di siang hari. Maka dia diperlakukan demikian hingga hari kiamat.
Orang yang engkau lihat dalam tungku adalah para pezina. Dan yang engkau lihat di sungai mereka adalah orang-orang yang memakan hasil riba.
Adapun orang tua yang ada di bawah pohon adalah Ibrahim u, dan anak-anak yang di sekitarnya adalah anak-anak manusia. Yang menyalakan api adalah Malik penjaga neraka.Adapun rumah pertama yang engkau masuki adalah tempat keumuman kaum mukminin. Adapun rumah ini adalah tempat para syuhada. Aku adalah Jibril dan ini adalah Mikail, maka angkatlah kepalamu.’
Akupun mengangkat kepala, ternyata di atasku seperti awan. Keduanya berkata: ‘Itu adalah tempatmu.’ Aku berkata: ‘Biar-kan aku memasuki rumahku.’ Keduanya menjawab: ‘Sesungguhnya masih tersisa umurmu yang engkau belum menyempurna-kannya. Sekiranya engkau telah menyem-purnakannya, tentu engkau akan menda-tangi tempatmu.’ (HR. Al-Bukhari)
- Bukan golongan Nabi
"Mengapa tidak kamu letakkan yang basah itu di atas, supaya orang lain mengetahuinya?! Sebab bara
