eramuslim

Bangga Bangun Tol, Nicho Silalahi Sindir Jokowi: Masih Mending Deandels Bangun Jalan 1000 Km tapi Gratis Dipakai Rakyat!

Eramuslim.com - Aktivis, Nicho Silalahi turut berkomentar mengenai pengumuman yang disampaikan Presiden Joko Widodo yang mengklaim berhasil membangun tol 1.900 Km selama dua periode.

Nicho menyebut jika dibandingkan dengan tol, jalan yang pernah dibangun oleh Herman Willem Deandels masih mending karena gratis dinikmati rakyat.

Menurut Nicho, jalan tol itu berbayar dan hanya bisa dilalui oleh jendaraan roda 4, sehingga Pancasila sila ke-5 hanya sebuah papasan kosong. Narasi sindiran Nicho Silalahi diposting melalui sebuah cuitan di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Jumat 15 April 2022.

“Jalan tol pula kau banggakan pak, lewat jalan tol harus bayar dan harus kendaraan roda 4 boleh lewat jalan itu”, tulis Nicho.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia hanya papasan kosong, masih mending Deandels bangun jalan 1.000 Km tapi gratis dinikmati rakyat”, tulisnya lagi.

Dilansir Terkini.id, Nicho Silalahi memang kerap kali mengeluarkan kritikan-kritikan tajam untuk pemerintahan Presiden Jokowi. Terlebih, belakangan situasi sedang memanas dengan digelarnya aksi-aksi menuntut Presiden Jokowi Mundur,

Nicho pun tak lupa ambil bagian dalam aksi ini. Belum lama ini, Nicho melalui sebuah video yang diposting di akun pribadinya, Nicho dengan lantang menyebut bahwa Presiden Jokowi adalah satu-satunya presiden terburuk dan tidak mampu mengurus negara.

“Kita bisa bertahan untuk mendesak Jokowi mundur karena Jokowi satu-satunya presiden terburuk di negeri ini, Jokowi tidak becus pimpin negara”, kata Nicho.

 

 

“Karena apa, kenapa kita bilang terburuk, Jokowi mengumumkan untuk tutup ekspor batu bara, dalam hitungan hari Luhut Binsar Pandjaitan membuka ekspor batu bara. Berarti kita tangkap pesannya adalah Luhut lebih tinggi jabatannya dibanding Jokowi”, sambungnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Jokowi mengkalim keberhasilan pembangunan Tol dimasa pemerintahannya angkanya lebih tinggi dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

“Dalam 40 tahun kita telah membangun 789 kilometer jalan tol. Kemudian, 2014 kita dorong betul agar jalan tol semuanya segera tersambungkan, baik yang Trans Jawa, Trans Sumatera, beberapa di Kalimantan dan Sulawesi”, kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman CNN Indonesia.

“7 tahun ini 1.900 kilometer (jalan tol yang dibangun), sebelumnya 40 tahun 780 kilomoter”, sambungnya.

Presiden Jokowi kemudian menjelaskan bahwa yang mencolok dari pembangunan ini yakni pemerintah di eranya membuka kran pembiayaan dan investasi yang lebih luas. Salah satu sumber dananya berasal dari Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia Investment Authority (INA).

“Makanya kita munculkan INA sebagai SWF kita yang dikomandani pak Ridha, ini adalah sebuah alternatif scheme yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan, muncul”, sambungnya.

Sementara itu, pembangunan jalan tol sebelumnya hanya bergantung pada APBN dan anggaran yang berasal dari BUMN. Dengan demikian, projek strategis Negara ini tidak memiliki alternatif pembiayaan lainnya.(terkini)