eramuslim

Banjir Parah Kembali Kepung Jakarta, Ketinggian Air Capai 2,7 Meter!

Evakuasi korban banjir dengan perahu karet di Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta, 1994. Dok Tempo/ Rini PWI

Eramuslim.com - Jakarta kembali dilanda banjir besar pada Sabtu hingga Minggu, 6 Juli 2025, akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah ibu kota serta luapan Kali Ciliwung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai 2,7 meter.

Sebanyak 53 Rukun Tetangga (RT) tersebar di tiga wilayah Jakarta terendam banjir:

  • Jakarta Timur jadi wilayah paling parah dengan 30 RT terendam, terutama di:

    • Bidara Cina (14 RT, ketinggian air hingga 210 cm)

    • Cawang (7 RT, tertinggi dengan genangan mencapai 270 cm)

    • Kampung Melayu, Cililitan, dan Balekambang

  • Jakarta Selatan mencatat 19 RT terdampak, umumnya berada di sekitar bantaran Kali Ciliwung seperti:

    • Rawa Jati, Pengadegan, Pejaten Timur, dan Manggarai

  • Jakarta Barat terkena imbas di 4 RT, dengan ketinggian air hingga 100 cm, termasuk:

    • Kelurahan Sukabumi Selatan (2 RT, 100 cm)

    • Pejaten Timur (4 RT, 60–100 cm)

Empat ruas jalan di Jakarta Barat juga sempat tergenang, di antaranya Jalan Raya Kembangan dan Jalan Adi Karya, meskipun hanya setinggi 10–18 cm. Hingga Minggu sore, beberapa wilayah mulai surut, seperti Gedong, Kebon Baru, dan Tanjung Barat. Jalan Ciledug Raya juga telah kembali bisa dilintasi.

Sebanyak 371 warga terpaksa mengungsi, tersebar di tujuh titik penampungan, dengan konsentrasi tertinggi di Bidara Cina dan Kampung Melayu.

Menurut BPBD, banjir kali ini terjadi akibat kombinasi cuaca ekstrem dan pasang laut maksimum, yang dipicu fenomena bulan baru dan perigee sejak 4 Juli lalu. Sejumlah pintu air juga telah dinaikkan statusnya menjadi siaga, seperti:

  • Katulampa (siaga 3)

  • Depok (naik dari siaga 3 ke siaga 2)

  • Karet, Sunter Hulu, Pesanggrahan, Angke Hulu

BPBD menyatakan proses penanganan dan penyedotan air masih terus berlangsung, bekerja sama dengan berbagai dinas terkait. “Target kami, genangan bisa segera surut,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan dan segera menghubungi layanan darurat 112, yang tersedia gratis selama 24 jam.

Sumber: Tempo.co