eramuslim

John Kerry : AS Tidak Berniat Menumbangkan Pemerintahan Iran ?

Pernyataan John Kerry, senator dari Partai Demokrat di AS menjadi bukti bahwa Negara Paman Sam kerap campur tangan urusan negara lain, bahkan bisa menentukan rezim mana yang harus berkuasa di suatu negara.

Kerry yang mengetuai Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS mengatakan bahwa AS tidak berniat untuk melakukan perubahan rezim di Iran dan AS mengakui legimitimasi Iran dalam perannya di kawasan.

"Kami mengabaikan seruan agar dilakukan 'perubahan rezim' di Iran, kami mengakui Iran punya legitimasi dalam perannya di kawasan," kata Kerry usai hearing tentang kebijakan baru pemerintahan Obama terkait dengan negara Republik Islam Iran.

Meski demikian, Kerry meminta para pemimpin Iran agar lebih bersikap moderat dan menjaga jarak dengan Hizbullah serta Hamas.

Kerry mengatakan bahwa timnya akan merilis laporan tentang program nuklir Iran minggu-minggu ini. Menurutnya, laporan itu menggarisbawahi pentingnya diplomasi disertai kebijakan sanksi yang berat terhadap Iran. Di sisi lain, Kerry mengakui tidak menutup kemungkinan bagi AS untuk menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran.

Pernyataan Kerry bahwa AS tidak sedang melakukan upaya "mengubah rezim" di Iran, berbeda dengan fakta yang terjadi di lapangan. Surat kabar Inggris, Sunday Telegraph dalam laporannya tahun 2007 lalu mengungkap operasi rahasia AS di Iran.

Laporan itu menyebutkan bahwa pemerintahan George W. Bush memberikan wewenang pada CIA untuk melakukan sejumlah operasi hitam di Iran, untuk mengganggu keamanan dalam negeri Iran dan akhirnya menumbangkan rezim di Iran yang selama ini dikenal menolak tunduk pada kemauan AS.

Salah satu operasi rahasia yang dilakukan adalah melakukan "revolusi secara halus" dengan cara propaganda dan menyebarkan informasi menyesatkan tentang pemerintahan di Iran serta memanipulasi mata uang dan transaksi-transaksi internasional negara Iran. (ln/iol/prtv)