free hit counters
 

Apakah Jokowi Merasa Sudah Bisa Memegang Golkar?

Redaksi – Senin, 3 Jumadil Akhir 1442 H / 18 Januari 2021 16:11 WIB

Eramuslim.com

Pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning dalam rapat kerja (raker) Komisi IX bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1) masih terngiang. Khususnya saat dia bertanya tentang siapa pembisik Jokowi.

Pernyataan yang tentu tidak bisa dianggap sepele mengingat Ribka adalah orang dekat dan salah satu kepercayaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Setidaknya, sejak tahun 2010 lalu, Ribka sudah dipercaya untuk menjabat sebagai ketua di struktur pimpinan pusat PDIP.

Saat berbincang dengan redaksi, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menyebut bahwa apa yang disampaikan Ribka merupakan ekspresi kekecewaan dari PDIP yang merasa telah “dikerjai” oleh Jokowi.

Banteng moncong putih, masih kata Iwan Sumule, merasa kesal atas penangkapan Juliari Batubara saat menjadi Menteri Sosial. Bukan karena kasusnya, tapi timing atau waktu penangkapan yang tidak tepat.

Juliari ditangkap sebelum pelaksanaan pilkada digelar dan sebagai buntutnya, PDIP disebut mengalami banyak kekalahan.

Seharusnya, sambung Iwan, Presiden Jokowi bisa menghambat atau menunda penangkapan tersebut. Apalagi, Jokowi bisa menjalin “komunikasi” dengan Dewan Pengawas KPK yang secara berkala memberi laporan tentang kinerja KPK.

“Komunikasi” itu bisa menjadi penting mengingat KPK harus mengantongi izin dari Dewas sebelum melakukan penyadapan dan menangkap pejabat.

“Mestinya presiden bisa menghambat, kalau pun memang harus ditangkap, mestinya setelah pilkada. Karena penangkapan mensos, PDIP banyak kalah dalam pemilu kada kemarin,” begitu kata Iwan Sumule.



Pernyataan ini cukup masuk di akal dan relevan dengan apa yang disampaikan Ribka. Namun demikian, belum cukup untuk menjawab pertanyaan, siapa pembisik Jokowi. Sekadar memberi informasi bahwa PDIP dan Jokowi merenggang.

Di satu sisi, hal serupa PDIP dialami Gerindra. Penangkapan Edhy Prabowo saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan dalam kasus ekspor benih lobster atau benur, juga disebut sebagai salah satu faktor yang membuat Gerindra gagal pongah di Pilkada 2020.

Praktis dari 3 besar partai pemenang Pemilu 2019, hanya Golkar yang “aman” di dalam kabinet. Sejalan dengan itu, Golkar juga mengklaim berhasil menang besar di Pilkada 2020.

Apa yang terjadi pada 3 partai besar, yang semuanya telah masuk dalam barisan koalisi itu setidaknya memberi gambaran ke mana Jokowi mulai bersandar. Ya, Jokowi lebih nyaman berjalan dengan Golkar.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Analisa Terbaru