Catatan Asyari Usman: Capres-Cawapres Masuki Babak Brutal

Eramuslim.com – Masalah capres-cawapres, mulai memasuki babak brutal. Setelah Ustad Abdul Somad (UAS) hampir pasti tak bisa maju menjadi cawapres untuk PS, menit-menit terakhir ini ditandai oleh operasi yang bertujuan untuk menghentikan Prabowo Subianto (PS) secara total.

Orang-orang Partai Demokrat (PD) mulai memaki-maki PS karena tidak mengambil AHY sebagai cawapres. Andi Arief, Wasekjen PD, mencap PS sebagai “jenderal kardus”. Suatu sebutan yang sangat tak pantas keluar dari mulut seorang politisi senior.

Tapi, bisa jadi ucapan kotor itu dilontarkan sebagai isyarat bahwa PD sekarang akan meninggalkan koalisi oposisi yang dipimpin PS. Pertanda lain adalah penolakan PD menerima kunjungan PS ke rumah SBY di Kuningan.

Selain ulah PD, pimpinan Partai Amanat Nasonal (PAN) juga memberikan isyarat untuk keluar kubu PS. Mereka kabarnya akan bergabung ke kubu Jokowi.

PKS? Wallahu a’lam. Mereka bersikeras agar pimpinan tertinggi partai, Ustad Salim Segaf (USS) dijadikan cawapres. Sedangkan PS menginginkan UAS.

Sekarang, besar kemungkinan koalisi akan pecah berantakan. Jika ini terjadi, sangat pantas diduga bahwa semua ini merupakan hasil kerja operasi siluman yang bertujuan untuk menghadang PS.

Sayang sekali partai-partai koalis oposisi punya masalah masing-masing. Punya ego yang terlampau kuat. Atau, bisa jadi juga sudah ada berbagai deal yang menjanjikan transaksi besar. Luar biasa.