Catatan Hersubeno Arief: Abrakadabra Meikarta!

Eramuslim.com – Kalau melihat naga-naganya, mega proyek kota Meikarta milik taipan James Riady bakal tak terbendung.

Presiden Jokowi, kata Menko Maritim Luhut Panjaitan, telah memerintahkannya untuk mengkoordinasikan kajian menjadikan kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Abrakadabra…..! Meikarta yang terletak di Bekasi Timur dengan begitu akan masuk ke dalam areal KEK. Inilah kelihatannya yang menjadi dasar utama mengapa tiba-tiba muncul sebuah ide ajaib bin ajibun, membentuk KEK di kawasan yang sesungguhnya telah menjadi sebuah metropolitan. Sungguh merupakan ilmu sulap tingkat dewa.

Dengan menjadi KEK, maka Meikarta akan mendapatkan berbagai insentif dan kemudahan investasi. Jalan tol dan karpet merah dibentangkan oleh pemerintah, agar pembangunan proyek milik konglomerasi Lippo itu bisa berjalan tanpa hambatan apapun, dan oleh siapapun.

Pembangunan Meikarta mengalami sengkarut perizinan karena pembangunannya tak sesuai dengan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi, dan Provinsi Jawa Barat. Kendati begitu proyek tersebut jalan terus, tak peduli Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar (Demiz), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), bahkan Ombudsman RI mempersoalkannya.

Lippo terus beriklan dan melakukan penjualan besar-besaran apartemen Meikarta. Media –media besar dibungkam dengan gelontoran iklan sampai trilyunan rupih.

Survei yang dilakukan oleh AC Nielsen menunjukkan, hanya dalam waktu tiga bulan, iklan Meikarta tembus angka Rp 1.2 trilyun. Meikarta juga menjadi top ads spender (pembelanja iklan terbesar) sepanjang Januari-September 2017, mengalahkan Traveloka dan makanan sejuta umat, Indomie.

*Gaya Meikarta yang cuek bebek, mengabaikan suara yang mewakili kepentingan publik, sampai membuat Demiz menyebutnya “seperti negara dalam negara.” Dengan kekuatan uangnya, mereka membeli dukungan, menabrak semua peraturan yang ada.*