free hit counters
 

Dr. Ahmad Fauzi, Ahli IT dari ITB : KPU Tidak Bisa Curang Seenaknya

Redaksi – Kamis, 18 Sya'ban 1440 H / 25 April 2019 19:18 WIB

Praktik input data demikian sah, tidak melanggar hukum, tidak pula melanggar etika statistik. Sementara untuk masukan dan pemutakhiran data TPS yang dimenangkan 02 setiap hari dilakukan sebagai selipan-selipan dan sisipan-sisipan dengan durasi masukan dan pemutakhiran yang paaaaanjaaaaang dan laaaaamaaaaa, dengan ciri keluar tampilan “under maintenance” seperti di gambar ini. Jam tidur biasanya mereka isi dengan TPS-TPS yang menang 01 maupun 02 tipis-tipis, seperti Rabu 17 April malam lalu.

Tetapi janganlah kita menjadi khawatir, karena itu hanyalah strategi mengulur waktu saja. Bagaikan klausul “apa permintaan terakhirmu” sebelum seseorang pesakitan dieksekusi mati.

Sebelum menulis ini saya menulis posting:



“Seberapa lama nih kalian bisa tahan banyakin nginput hasil TPS yang skor 02 nya memble? Stok makin tipis ya Om-Om?”

—karena di awal-awal mereka akan paksakan diri memasukkan data TPS-TPS dari lokasi pro 01 semacam Papua, PapBar, Maluku, NTT, Bali, Sulut, Sulbar, segmen Jabar yang basis RK dan Dedi, segmen Jatim yang basisnya Risma, segmen Sumut yang masuk LBP network dan basis Djarot, Jakarta wilayah naga di utara-barat dan kawasan elit yang parno FPI, Babel area ko Ahok, dst. Dengan urutan gilir acak tentunya. Kenapa tidak Jateng? Jateng disiapkan dan dihadirkan belakangan bagai David de Gea di Manchester United, benteng terakhir untuk menghadapi kenyataan pahit runtuhnya perlawanan. Jangan kaget jika nanti angka-angka fantastis perolehan paslon capreswapres 01 dalam hitungan KPU membubung dengan pasti, bahkan diproyeksikan menembus angka 55% sebagai senyum pencibiran untuk pemilih paslon capreswapres 02.

Sampai di sini, saya berhenti dahulu untuk mengingatkan kita semua: waktu tahun 2014 presiden menang dengan angka 53%, orang buta statistik pun tahu batas itu tak mungkin ditembus oleh orang yang sama dengan tambahan prestasi mengecewakan rakyat yang spektakuler. Dalam hal appraisal atau jualan barang bekas (bukan barang antik) tidak ada orang yang bakal taruh value atau harga lebih mahal daripada value/harga barunya. Mungkin hanya seorang Patrick atau Spongebob yang sedungu itu.

Jadi kalau kita melihat angka 55% dalam kurun waktu agak lama, dalam beberapa hari, justru bersiap-siaplah buat tumpeng syukuran. Kurun waktu di angka itu disetting untuk membentuk opini kibar bendera putih dan psikologi desperasi massa 02.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Analisa Terbaru