Freeport, Freedom, dan Predoom

Eramuslim.com – Di tengah berita memalukan bahwa ternyata divestasi 51% saham Freeport kepada pemerintah tidak pernah terjadi sebagai diklaim oleh pemerintah Jokowi, mari kita lihat tiga sisi lain kehadiran Freeport.

Freeport adalah perusahaan tambang yang telah berpuh-puluh tahun menguras bumi Papua. Sejak 1973. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini melakukan kegiatan usahanya laksana memiliki kedaulatan sendiri. Banyak yang berkesan bahwa komplek raksasa Freeport mirip seperti negara dalam negara.

Barangkali, sesuai dengan nama perusahaan ini yang berarti “Pelabuhan Bebas”. Mungkin mereka menganggap Papua sebagai tempat berlabuh yang penuh kebebasan. Boleh apa saja. Dianggap sebagai negara sendiri.

Inilah Freeport!

Kalau di AS, misalnya, perusahaan tambang dikekang oleh aturan ketat yang melindungi lingkungan hidup. Tidak bisa sesuka hati merusak hutan, struktur tanan, aliran sungai, dlsb. Di Papua, Freeport banyak meninggalkan bekas galian dan gundulan hutan. Banyak meninggalkan limbah tambang.