free hit counters
 

Hersubeno Arief: Propaganda Rusia, Maling Kok Teriak Maling?

Redaksi – Kamis, 30 Jumadil Awwal 1440 H / 7 Februari 2019 07:00 WIB

Nama Jokowi juga tercantum di situs Wikipedia sebagai klien Greenberg. Menariknya dalam data tentang Greenberg di laman Wikipedia, nama Jokowi saat ini sudah menghilang . Nama Jokowi tercantum sejak 17 Jan 2017. Namun terhitung tanggal 24 Nov 2018, nama Jokowi hilang.

Ketika ditelusuri jejak digital  yang mengubah data di Wiki adalah pengguna tanpa nama ( anonymus user ). Lokasi pengguna tertera pada 6°10’27.8″S 106°49’45.8”E, atau berada di perkantoran sekitaran Monas. Jadi dapat dipastikan yang mengubah adalah seseorang yang berada di Jakarta. Mereka tidak ingin ada nama Jokowi disitu.

Tak jelas mengapa nama Jokowi harus “dihilangkan.” Penggunaan konsultan asing, sebenarnya biasa saja. Seharusnya tidak perlu disembunyikan bila tidak ada apa-apanya. Tidak juga harus dikait-kaitkan dengan label antek asing.

Isu Jokowi menggunakan jasa Greenberg sebenarnya sudah berembus lama. Pada Pilpres 2014 akun @Triomacan yang diketahui di kelola Raden Nuh Dkk sudah menyebutnya.

@Triomacan menyebut yang mendatangkan Greenberg adalah konglomerat James Riady.  Greenberg dikenal sebagai konsultan top Partai Demokrat. Beberapa orang presiden asal Partai Demokrat seperti Clinton dan Obama adalah klien yang dibantunya hingga sukses.

Bersama Clinton, Greenberg disebut sebagai  “Arkansas Connection” mengacu pada kota asal Clinton. Keluarga Riady dikenal sangat dekat dengan Clinton sejak dia menjadi jaksa agung dan kemudian gubernur negara bagian Arkansas.



Tidak ada bantahan resmi, baik dari Jokowi maupun James Riady. Hanya sempat muncul bantahan dari Prodjo, pendukung Jokowi.

Kini seiiring tuduhan Jokowi bahwa Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing  dan Propganda Rusia, muncul permintaan klarifikasi  dari anggota BPN Andre Rosiade.  Benarkah justru Jokowi yang menggunakan konsultan asing?

Jokowi berkewajiban melakukan pembuktian terbalik. Bila Jokowi tidak bisa membuktikan sebaliknya,  sulit untuk dihindari tudingan bahwa Jokowi menerapkan strategi name calling, “maling teriak maling.” end

(jk/hersubenoarief.com)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3 4

Analisa Terbaru