free hit counters
 

Ketuhanan Maha Esa itu Tauhid ?

Redaksi – Sabtu, 21 Rajab 1434 H / 1 Juni 2013 18:21 WIB

pancasilaFirdaus AN dalam sebuah bukunya “Dosa dosa politik” , ia mengatakan ,” Ketuhanan Yang Maha Esa itu, sudahkah sesuai dengan ajaran Islam ? “ Benarkah demikian? Mari kita bicara sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Ketuhanan adalah kata imbuhan dengan awalan ke …Tuhan …dan akhiran an. Kata yang seperti itu ada dua arti. Pertama, berarti menderita. Seperti kedinginan, menderita dingin; kepanasan, menderita panas. Kehausan, berarti menderita haus, dan sebagainya.

Kedua, berarti banyak. Ketumbuhan, banyak yang tumbuh, seperti penyakit campak atau cacar yang tumbuh di badan seseorang. Kepulauan, banyak pulau. Ke-tuhan-an , yang berarti banyak tuhan.

Jadi kata Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Contradictio in Terminis (pertentangan dalam tubuh kata kata itu sendiri). Mana mungkin banyak tuhan disebut yang Maha Esa ?.

Dalam bahasa Arab, itu disebut “Tanaqudh” (pertentangan awal dan akhir).



Logika ini jelas tidak sehat, bertentangan dengan kaidah ilmu bahasa. Jelaslah , kata ketuhanan itu syirik. Dan kalau yang dituju itu memang Tauhid, maka rumusannya yang tepat adalah “Pengabdian kepada Allah Yang Maha Esa.

Tetapi Presiden Suharto yang tercatat pada harian Kompas tanggal 21 Mei 1991 mengatakan, “Jangan masukkan nilai dari paham lain ke dalam Pancasila”

Paham lain dimaksudkan salah satunya adalah paham Islam

– Firdaus AN- (KH)

Analisa Terbaru