free hit counters
 

Rencana Pajak Sepeda Bertentangan dengan Peradaban Baru Masa Covid-19

Redaksi – Rabu, 9 Zulqa'dah 1441 H / 1 Juli 2020 06:00 WIB

Eramuslim.com – Siang malam orang orang bersepeda membludak ramai di Jakarta pada masa wabah pandemik ini. Mungkin juga di daerah lainnya. Hal ini membahagiakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, karena cita-cita Anies melihat Jakarta bebas polusi atau menurun polusinya mempunyai momentum untuk dilakukan.

Namun, hari ini kita dikagetkan berita viral yang mengutip pernyataan Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub, bahwa pemerintah akan memberlakukan pajak sepeda. Meskipun ada press release bantahan atas berita itu, namun sulit mencabut jalan pikiran pemerintah pusat soal sepeda ini. Sebab, sebelumnya ada juga berita media yang menyebutkan polisi atas dasar diskresinya menghilangkan jalan sepeda di pagi hari awal pelonggaran PSBB di Jakarta (lihat media online 15 Juni 2020). Polisi mengatakan keramaian kenderaan bermotor yang ada membutuhkan jalan lebih luas, sehingga mengorbankan jalur sepeda.



Langit Biru

Dalam tulisan saya sebelumnya, “Jalur Sepeda dan Tantangan Anies (21/9/19) &” Bersepeda Bersama Anies Baswedan” (9/10/19) saya sudah ungkapkan keharusan Jakarta mempropagandakan pentingnya transportasi sepeda menjadi transportasi “mainstream”. Hal itu dikarenakan polusi di Jakarta sudah menjadikan kota itu sebagai kota terburuk polusinya di dunia dalam beberapa kali skor index polusi.

Pada tahun 2019, Indonesia ada di urutan pertama, kedua atau ketiga terburuk di dunia, bergantian dengan ibukota India, New Delhi, dan Lahore Pakistan. Pada 30 Juni 2020, AQ World Ranking, Air Visual, menempatkan Jakarta kembali nomor satu, diikuti Ho Chi Min City Vietnam dan Chengdu RRC. Buruknya polusi Jakarta ini mengurangi usia hidup selama 2-3 tahun. Greenpeace memperkirakan 7.390 penduduk Jakarta meninggal lebih cepat setiap tahun karena tingginya level polusi (PM 2,5) dan 2.000 bayi lahir kekurangan berat badan.

Pada saat diberlakukannya PSBB di Jakarta, akhir Maret hingga 15 Juni, langit Jakarta kelihatan bersih. Bahkan pada saat Hari Raya Lebaran masyarakat banyak memviralkan adanya pelangi menghiasi langit biru. Itu menandakan bersihnya udara Jakarta.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Analisa Terbaru