free hit counters
 

Tepat Setahun, Misteri Hilangnya Pesawat MH-370 (Tamat)

Redaksi – Kamis, 27 Jumadil Awwal 1436 H / 19 Maret 2015 11:00 WIB

MH370Akhirnya, dia pun merasa terpanggil dan segera membuat laporan tertulis di kepolisian daerah Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kota Bharu, pada petang harinya.

“Saya hanya ingin memberitahu apa yang saya lihat malam itu. Siapa tahu laporan saya bisa membantu mereka (pasukan SAR),” jelasnya.

Namun sayangnya, pemerintah Malaysia tak mendalami laporan ini, mengingat Azid yang sudah berpengalaman selama 10 tahun berada ditengah laut sebagai nelayan dan berada dibawah jalur penerbangan internasional, sudah biasa melihat pesawat terbang.

Pastinya ia tak akan salah melihat, mengingat pesawat-pesawat sebanyak puluhan kali sudah biasa hilir-mudik diatas kepalanya, tiap hari dan yang biasanya terbang tinggi, namun kali ini sebuah pesawat terbang sangat rendah diatas kepalanya.

5. Pilot Pesawat Lain Sempat Mengadakan Kontak Dengan Malaysia Airlines MH370

Ada kesaksian pilot lain yang juga membawa Boeing 777 dan terbang 30 menit di depan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, telah mengatakan bahwa ia sempat mengadakan kontak dengan MH370 semenit setelah ia diminta untuk melakukana kontak ke kontrol lalu lintas udara (ATC) di Vietnam.

Seorang kapten yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa pesawatnya saat itu sedang menuju Narita, Jepang, dan posisinya jauh dari wilayah udara Vietnam.

Ketika itu ia diminta untuk menyampaikan dengan menggunakan frekuensi darurat pesawatnya, untuk merelai pesan MH370 yang kedua kalinya agar menetapkan posisinya, karena otoritas di Vietnam tidak bisa menghubungi pesawat Malaysia Airlines MH370 itu.

“Kami berhasil menjalin kontak dengan MH370 setelah pukul 01:30 dini hari pada hari Sabtu (8/3/2014) dan meminta mereka dipindahkan ke wilayah udara Vietnam,” jelasnya.

“Terdengar suara dilatar belakang, bisa saja itu Kapten Zaharie (Ahmad Shah, 53,) atau Fariq (Abdul Hamid, 27), tapi aku yakin itu adalah co-pilot,” jelas pilot itu meyakinkan.

Kapten itu mengatakan bahwa MH370 berbicara:

“Ada banyak gangguan … statis …”

“Tapi aku mendengar ada gumaman di ujung lainnya. Itulah terakhir kali kami mendengar kontak dari mereka, karena akhirnya kami kehilangan koneksi,” katanya kepada New Sunday Times. Dia mengatakan bahwa suara pada frekuensi yang sama pada saat itu juga akan mendengar pertukaran suara lainnya. Hal ini, kata dia, karena frekuensi juga akan mencakup kapal-kapal laut diperairan yang ada di bawah kami. (sumber).

6. Seorang “Detektif Web” Klaim Menemukan Objek Mirip Pesawat di Dasar Laut

Seorang “detektif web” atau peneliti individu secara online melalui internet yang terhubung dengan pencitraan via satelit, mengklaim telah menemukan suatu objek yang nampaknya seperti pesawat di dasar Laut Cina Selatan lalu mengunggah gambar tersebut melalui kicauan twitternya.

“Detektif web” dari seluruh dunia telah bergabung untuk berpartisipasi dalam pencarian hilangnya MAS MH370 dengan mengunjungi situs pencarian peta, salahsatunya bernamaTomnod.

Semenjak beberapa situs web menawarkan jasanya sebagai penyedia peta Bumi atauworld map secara real time dan up to dated, banyak komunitas-komunitas online ikut bergabung dan membantu pencarian MAS MH370 ini melalui penyedia tampilan layar via satelit melalui situs-situs tersebut.

Namun aneh, karena menurut pihak berwenang Malaysia posisi hilangnya pesawat MAS MH370 justru semakin “melebar”.

Dan kemungkinan besar MH370 telah terbang ke selatan yaitu ke Samudera Hindia di lepas pantai bagian selatan Indonesia atau di lepas pantai sebelah barat Australia, sumber dari Malaysia menyatakan.

Di tempat lain, pengguna situs jejaring sosialReddit, juga telah memposting gambar yang mereka klaim muncul untuk menunjukkan puing-puing dari pesawat di Selat Malaka.

7. Nelayan Temukan Alat Keselamatan ‘Life Raft’ Bertuliskan ‘Boarding’

Kelompok nelayan menemukan ‘life raft’ atau alat keselamatan pesawat yang diduga kuat dari pesawat.

Diberitakan New Straits Times, Rabu (12/3/2014) life raft berwarna oranye dan hitam itu ditemukan di titik 10 mil laut dariPort Dickson, Malaysia. Yang menarik ada tulisan ‘boarding‘ di bagian alat tersebut.

Salah seorang nelayan bernama Azman Muhamad (40), mengatakan, alat itu ditemukan sedang mengambang di lautan. Dia langsung mengabarkannya ke Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) di Kuala Linggi, Malaka, untuk meminta bantuan karena alat itu sangat berat.

“Secara hati-hati kami kemudian mengikat benda tersebut ke kapal, karena takut benda itu bisa tenggelam dan justru menjadi rusak,” ujar Azman.

Tak lama berselang setelah para nelayan mengontak pihak MMEA, kapal dari MMEA pun datang menghampiri mereka.

Saat kapal MMEA datang, lalu para nelayan menyerahkan life raft itu. Namun ternyata saat proses penyerahan, alat itu malah tenggelam karena saking beratnya.

Oleh karenanya untuk kesekian kalinya terjadi pula keanehan, walau mungkin bukan milik MAS MH370, pihak MMEA Malaysia justru tak berusaha kembali mengambil life rafttersebut sebelum diteliti lebih lanjut.

Bagaimana mungkin para nelayan yang memiliki peralatan sederhana justru bisa menariklife raft tersebut secara hati-hati, tapi justru pihak MMEA yang memilik kapal lebih layak, secara sembrono malah memperlakukan alat tersebut seenaknya dan tenggelam? ataukah memang MMEA sengaja menenggelamkannya?

8. Pekerja Sebuah Pengeboran Minyak Lepas Pantai (Rig) Melapor Telah Melihat Pesawat Yang Terbakar dan Jatuh

Seorang warga New Zealand bernama Michael Jerome McKay yang sedang bekerja di sebuah Pengeboran Minyak Lepas Pantai (Rig) di Teluk Thailand, begitu yakin ia telah melihat pesawat naas yang sedang terbakar lalu ia mengirim email kepada rekan kerjanya dan mendesak mereka untuk menyampaikan informasi tersebut ke pihak berwenang.

“Tuan-tuan. Saya percaya bahwa saya melihat pesawat Malaysia Airlines terbang menurun. Di waktu yang tepat, “tulisnya. “Saya telah mencoba untuk menghubungi para pejabat Malaysia dan Vietnam pada hari itu. Tapi aku tidak tahu apakah pesan telah diterima. Saya berada di ring Songa-Mercur lepas pantai Vung Tau. Lokasi pengamatan adalah pada kordinat: 08 22’ 30.20” Utara, 108 42.22.26” Timur. Saya melihat (pesawat?) terbakar pada ketinggian yang tinggi dengan arah kompas dari 265* sampai 275*”

McKay bekerja pada rig minyak Songa Mercur off Vung Tau, di lepas pantai tenggara dari Vietnam. Hal ini menempatkan posisi pesawat di daerah yang sama di mana satelit Cina telah menduga pada lokasi kecelakaan yang telah dicurigai.

Dalam email kepada rekannya pada tanggal 12 Maret dia mengaku melihat api di langit yang cepat lalu padam.

“Dari saat saya pertama kali melihat pesawat terbakar sampai apinya keluar (masih pada ketinggian tinggi) adalah sekitar 10-15 detik. Tidak ada pergerakan lateral, jadi itu bisa jadi ke arah kami, stasioner, atau justru menjauh dari lokasi kami. Posisi pengamatan adalah tegak lurus/arah Barat Daya dari jalur penerbangan normal,” jelasnya.

McKay juga mengatakan kemungkinan pesawat masih tampak utuh. “Sangat sulit untuk menilai jarak tapi aku kira sekitar 50-70km, pada kompas 260-277. Arus permukaan laut dilokasi kami adalah 2-2,3 knot ke arah 225-230. Arah angin telah E-ENE dengan rata-rata 15-20 knot,” tulisnya.

“Kita mungkin melihat jejak asap pesawat (contrail) setiap hari dan pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan jalur penerbangan normal, pada kompas posisi 265-275 berpotongan dengan jalur penerbangan normal di ketinggian yang juga normal, semoga ditindaklanjuti”, tulis Michael Jerome McKay dan ditandatangani dengan menulis kata tambahan, “Good Luck”.

Wakil manajemen lalu lintas udara Vietnam, direktur jenderal Doan Huu Giasaid, dilaporkan telah mengkonfirmasi email asli McKay.



“Dia bilang melihat sebuah objek terbakar dilokasi itu, 300 km tenggara dari Vung Tau,” ia mengatakan. Para pejabat Vietnam lainnya juga telah diberitahu, sebelum akhirnya diberhentikannya pencarian, namun tidak menemukan apa-apa di dalam lautnya.

Stasiun TV ABC News dengan anchor Bob Woodruff menegaskan bahwa ia telah berbicara dengan Richard Beaton kepadaJapanese Idemitsu Oil & Gas Co, yang mempekerjakan Songa-Mercur untuk pengeboran menegaskan bahwa email McKay adalah benar dan nyata.

Perwira angkatan laut Vietnam Le Minh Thanh juga mengatakan kepada ABC Newsbahwa pejabat Vietnam telah mengirim pesawat ke daerah itu untuk menyelidiki dari klaim pria itu, tapi pencarian tak membuahkan hasil.

Ada banyak temuan-temuan aneh yang kisah-kisah janggal yang harus ditelusuri lagi secara independen oleh semua pihak agar misteri hilangnya pesawat ini bisa terungkap jelas. (rz/indocropcircles.wordpress.com)

Analisa Terbaru