Berapa Besar Pendapatan Saudi dari Umrah dan Haji? Ini Datanya

eramuslim.com – Setelah dua tahun ditunda karena pandemi Covid-19, di 2022 ini Arab Saudi menerima kembali kedatangan jemaah haji dari seluruh dunia. Gelombang pertama jemaah haji telah di tiba di Saudi, salah satunya dari Indonesia.

Jumlah atau kuota jemaah haji saat ini masih dibatasi, yaitu hanya 1 juta orang dari seluruh dunia. Sebelum pandemi Covid melanda dunia, jumlah kuota jemaah calon haji mencapai 2,5 juta.

Sementara itu, jika digabung dengan jemaah umrah, Arab Saudi mencatat lebih dari 20 juta Muslim mendatangi kota suci Makkah setiap tahunnya.

Berapa pendapatan Saudi dari sektor haji dan umrah setiap tahunnya? Berikut datanya seperti dikutip dari laman Inside Saudi, Senin (6/6).

Jemaah haji dan umrah menyumbang pendapatan USD 12 miliar bagi Saudi atau sekitar Rp 173 triliun; USD 8 miliar dari haji (sekitar Rp 115,3 triliun) dan USD 4 miliar (sekitar Rp 57,6 triliun) dari umrah. Angka ini hampir 3 persen dari PDB (produk domestik bruto) non-minyak.

Angka ini diperkirakan naik menjadi USD 150 miliar pada 2022. Sementara itu, nilai investasi sebesar USD 51,2 miliar atau sekitar Rp 735 triliun di bidang transportasi lokal dan infrastruktur menciptakan 100.000 lapangan pekerjaan.