free hit counters
 

Datuk HJ. Mohd. Nakhaie Ahmad: Dakwah Jangan Kedepankan Perbedaan Antar Umat

Magdalena – Rabu, 15 Muharram 1427 H / 15 Februari 2006 16:59 WIB

Presiden Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM) Datuk HJ. Mohd.Nakhaie Ahmad menegaskan, perkembangan kegiatan dakwah dinegara-negara Islam di dunia masih belum efektif, karena kegiatan tersebut tidak dilakukan secara terorganisir, tersusun dan terencana, bahkan seringkali gerakan dakwah cenderung hanya mengedepankan perbedaan antara umat sehingga berujung pada permusuhan antara sesama umat Islam.

Menurut Nakhaie Ahmad, kegiatan dakwah sebaiknya lebih dikembangkan untuk memperoleh hasil yang nyata serta memberikan kontribusi yang besar bagi pemikiran Islam kedepan, bukan hanya sekedar mengembangkan mazhab yang sudah ada. Sebagai contoh Syekh Yusuf Qardhawi, beliau mampu memberikan pemikiran yang sangat berguna untuk perkembangan dunia Islam. Apa saja masukan Nakhaie Ahmad tentang kegiatan dakwah yang efektif, berikut petikan perbincangannya dengan eramuslim;

Bagaimana penilaian anda terhadap kegiatan dakwah dinegara Islam saat ini?

Saya kira belum ada rancangan yang bisa menyelaraskan keseluruhan kegiatan dakwah tersebut, dakwah berjalan tidak teratur. Memang sudah banyak gerakan dakwah tetapi masih sedikit yang berperan penting dalam bidang ilmu pengetahuan, ini disebabkan sebagian besar kegiatan dakwah lebih sering hanya mengedepankan perbedaan pendapat, yang berdampak kurang baik untuk kehidupan umat Islam.

Negara Islam dikawasan Asia Tengggara sangat gencar mengembangkan kegiatan dakwah, untuk di Malaysia bagaimana kegiatan dakwah Islam dilakukan?

Menurut pengamatan saya, di Malaysia sudah terjadi sedikit perubahan tentang pemahaman mengenai Islam, seperti yang dilakukan oleh kelompok Islam Hadhari, mereka sudah merubah pandangannya bahwa dakwah bisa dilakukan pada semua sektor kehidupan misalnya melalui penerapan ekonomi yang berbasis prinsip keIslaman secara mantap, ini diwujudkan dalam bentuk perbankan syariah. Saat ini 10% institusi perbankan syariah telah menguasai keuangan warga Malaysia, ini merupakan bentuk dakwah yang nyata, karena secara berangsur umat Islam mulai merubah paradigma terhadap hal-hal yang sifatnya riba, namun sebagian kalangan menganggap itu bukan dakwah, karena dakwah hanya bisa dilaksanakan melalui ceramah di majelis-majelis.

Apakah anda melihat perbedaan kegiatan dakwah di Asia Tenggara dengan Timur Tengah yang penuh dengan konflik?

Saya rasa baik di Indonesia maupun Malaysia, pemerintahannya sangat mendukung kegiatan dakwah Islam, bahkan di Malaysia sudah ada penyelarasan antara hukum sipil dengan hukum Islam, dan saat ini sudah ada komunitas syariah bagi aparat penegak hukum. Hal ini tentunya berbeda dengan kondisi politik di Palestina atau wilayah Timur Tengah lainnnya yang terus bergejolak, meskipun kondisi politik keamanan tidak mendukung, namun mereka memiliki kekayaan alam yang bisa digarap untuk membangun ekonomi umat, kekuatan ilmu pengetahuan serta teknologi, semua sumber kekayaan biasa dimanfaatkan untuk perkembangan dakwah, asalkan tidak terjadi ‘gap’ antara pemerintah dan rakyat.

Di tengah perkembangan Dakwah Islam yang sudah mulai berkembang pesat, ada sekelompok orang yang terkesan tidak senang dengan kemajuan yang akan dicapai umat Islam, bahkan mereka mencoba melancarkan strategi untuk melunturkan semangat dakwah itu. Apa pendapat anda tentang hal ini?

Saya yakin serangan itu berasal dari negara Barat, karena selama ini mereka merasa paling super baik dalam peradabannya maupun teknologi. karena itu mereka mencoba mencegat perkembangan dan kebangkitan Islam dengan cara meruntuhkan moral dan pemikiran umat Islam, serangan itu mereka mulai dari media televisi dan internet serta media lainnya. Mereka tidak akan puas sebelum membuat keyakinan umat Islam menjadi goyah.

Menurut Anda bagaimana cara mencegah hal ini supaya tidak berkelanjutan?

Saya menganggap pemerintah mempunyai tanggung jawab penuh terhadap perkembangan agama setiap negara, jangan menyerahkan tanggung jawab itu kepada rakyat, tetapi pemerintah harus terlibat dalam mencegah dampak buruk terhadap Islam, meskipun sudah ada ulama dan umara dibelakangnya.

Strategi dakwah apa yang harus dibangun oleh umat Islam dalam situasi yang terus terpojokan seperti saat ini?

Umat Islam dituntut untuk bertindak secara rasional, jangan betindak secara reaktif, jika merasa tidak senang pada pihak yang mendiskreditkan Islam melalui cara yang provokatif.

Menurut anda bagaimana jika kegiatan dakwah disalurkan melalui kegiatan politik praktis untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat?

Saya rasa kegiatan politik bisa bernilai ibadah, jika dilakukan sesuai syariat Islam, tetapi nilai ibadah itu juga bisa batal bila kegiatan politik hanya mengedepankan naluri ingin berkuasa. Politik yang bernilai ibadah apabila dilakukan sesuai dengan petunjuk aqidah, keimanan, moral, ahlaq serta etika yang baik. Sebagai contoh partai berperan sebagai penasehat, bijaksana dalam menjalankan kekuasaan serta mengutamakan kepentingan masyarakat.



Bisakah politik dan dakwah berjalan beriringan?

Saya kira itu bisa saja terjadi, jika tokoh politik memang berniat menjadikan politik sebagai cara untuk beribadah dan mereka juga sanggup menjadi contoh yang baik bagi pengikutnya, menjadi contoh yang baik sehingga orang lain meniru perilaku kita itu merupakan salah satu bentuk dakwah yang berhasil.

Menurut anda apa yang menjadi tantangan dakwah Islam kedepan?

Saya rasa sebagian besar umat Islam masih kurang menghayati makna yang disampaikan melalui kegiatan dakwah, padahal hakekat pemahaman ajaran Islam tidak bisa berhenti pada penerimaan akal saja, tetapi harus melekat dalam hati dan khusuk, bukan sekedar tahu tetapi sebagai umat Islam harus memahami setiap ajaran tersebut secara mendalam. (novel)

Bincang-Bincang Terbaru