free hit counters
 

Syariah Islam Menolak Semua Taghut

Saad Saefullah – Minggu, 26 Januari 2014 15:04 WIB

Posisi kaum Mujahidin dalam hal ini sangat jelas, dan tak pernah berubah, apapun yang terjadi. Sebutan Emiratian atau Kacung Amerika hanya diucapkan oleh mereka yang sudah jauh dari Islam.

Mereka itu sebenarnya orang-orang munafik, karena mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai kaum demokrat. Yang seperti itu yang telah lepas dari jihad dan ikatan Mujahidin. Jadi kita semua tak perlu melihat hal ini sebagai polemik.

Kita sudah seharusnya lebih tertarik pada isu lain. Setelah melihat materi artikel dan video yang dikirimkan oleh Eropa dan Turki kepada kami, saya melihat semua hal itu hanya berkutat seputar deklarasi Emirat. Itu semua merupakan tekanan kepada kami, namun pemimpin kami, sebelum deklarasi Emirat Kaukasus, telah mengatakan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu prinsip.

Pemimpin kami menolak semua keberadaan Taghut; menolak pengadilannya, hukumnya, institusinya dan batasan-batasannya yang telah mencerai-beraikan kaum Muslim. Ia hanya mempercayai Al Quran sebagai sistem. Dekralasi Emirat Kaukasus merupakan pernyataan tauhid, namun semuanya tidak berarti apa-apa jika kita pun hanya berdiam diri saja, karena agama, di atas semuanya, adalah amal.

Deklarasi itu mendapat tekanan dan kecaman agar tidak diakui oleh dunia….

Bahkan orang yang tak mengerti politik pun paham bahwa jihad tak akan bisa dilaksanakan oleh seorang presiden, kanselir, atau raja. Jihad hanya bisa dipimpin oleh seorang Imam atau Amir. Kami telah melewati sekian tahun lamanya dalam tanya: kemana agama ini akan membawa kami? Dan kapan ini semua berakhir?

Namun, Allah swt telah memperingatkan kita semua dalam Alquran Surat Ali Imran 149, “Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu ikuti orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka menyeretmu kembali kepada kekafiran, lalu kamu menjadi orang yang merugi.” Kita di sini telah melakukan semua; salat, puasa, menerapkan syariah.

Namun di waktu yang sama kita pun merayakan tahun baru, ulang tahun, memakai hukum internasional, Piagam PBB, adn semua hal abnormal lainnya… Seorang Muslim yang mingum anggur, ia tidak menyangkal itu haram. Tapi ia diberitahu bahwa mengikuti kejuaraan Olimpiade adalah sirik, ia mulai bertanya-tanya; apa yang salah dengan hal itu? Toh itu hanya sebuah kompetisi yang tenang-tenang saja…

Mengapa Olimpiade menjadi ajang sirik, coba kita lihat. Olimpiade dimulai dengan menyalakan api abadi di Gunung Olimpus, dan apinya itu dianggap suci. Banyak orang yang ingin membawanya melintasi berbagai negara, termasuk negara-negara Muslim seperti Tunisia, Maroko, Mesir, Turki dan lainnya dan semuanya melakukan ritual di bawah api itu. Pada Olimpiade terakhir di Beijing, Saudi Arabia berada di urutan pertama atau kedua.

Jika semua delegasi Muslim diminta untuk berpartisipasi dalam prosesi Paskah, semuanya pasti akan menolak. Tapi makna ganda Olimpiade menjadi sesuatu yang lain, yang berbeda, orang Muslim menganggapnya hal itu sesuatu yang biasa saja, yang diperbolehkan oleh Islam.

Bagaimana menentukan batas Emirat dan apa simbol negara ini?

Bendera yang kita pilih adalah yang selalu menjadi latar belakang jika Amir Abu Usman muncul. Bendera itu berwarna hitam dengan ukiran putih. Bendera ini dikibarkan oleh kaum Mujahidin di seluruh penjuru dunia di. Tidak akan ada lagu kebangsaan, tak ada konstusi, atau hal-hal kosong lainnya. Kami tidak berniat menjadi subyek hukum internasional, kami semua telah melewati hal ini. Kami menerpakan syariah Islam di semua tempat yang kami kuasai, dari hutan ke gunung, dan dari lautan ke lautan.

Dan dengan menerapkan syariah Islam ini, kami tidak akan pernah sekalipun akan memaksakannya kepada mereka yang tidak memeluk Islam. Dan itu memang menjadi senjata mereka untuk menolak Syariah Islam. Tapi kami sudah bertahun-tahun dalam medan Jihad, jadi hal seperti ini tidak lagi mengganggu kami. Poin utamanya adalah, siapapun yang bersimpati kepada kami, mereka harus paham bahwa kami tidak mau lagi terikat lagi dengan hukum internasional buatan manusia.

Kami ingin seperti Hamas yang benar-benar memperjuangangkan Islam di Palestina. Mereka telah mengguncangkan Yahudi, Barat, Uni eropa, dan (Barack) Obama. Zionis telah merampas tanah Palestina selama 60 tahun belakangan ini, dan melenyapkan orang Islam dengan cara yang paling barbar. Zionis terus membom dan menyerang Palestina dalam skala pasukan dan senjata yang besar. Namun Hamas, tetap berjalan dan melakukan perlawanan.

Saya ingin mengingatkan bahwa pada akhirnya, tujuan hidup kita selama ini adalah menjalankan perintah Allah. Untuk dingat, kekuasaan bisa saja merupakan godaan dan itu adalah awal yang mengakibatkan kita kalah.

Maka kemenangan tak perlu digembar-gemborkan, dan kekalahan tak perlu diratapi. Jalan Islam ini sudah demikian terbuka, dan kami tak akan pernah kembali lagi ke zaman jahiliyah dulu. Jika tujuan kami Jihad, maka kami akan tunaikan segenap kekuatan untuk itu. Dan hasil akhirnya adalah Allah swt juga, Maha Besar Allah. (sa/kc)

Bincang-Bincang Terbaru

blog comments powered by Disqus