free hit counters
 

Sekjen Kispa, Ferry Nur: Masyarakat Indonesia, Maksimalkan Bantuan bagi Rakyat Palestina

Magdalena – Jumat, 21 April 2006 16:41 WIB

Sekjen Kominte Indonesia untuk Solidaritas Palestina-KISPA, Ferry Nur menilai dukungan dunia Islam khususnya masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina belum maksimal. Karena masyarakat Indonesia sendiri menghadapi banyak masalah di dalam negeri Indonesia. Meski demikian, Ferry Nur berharap tokoh-tokoh ulama dapat menyadarkan umat Islam agar lebih peduli dan perhatian terhadap Palestina, yang merupakan tanah wakaf bagi kaum muslimin. Apalagi di Palestina juga terdapat masjid Al-Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat Islam

Momentum Rabiul awal selayaknya dimanfaatkan oleh seluruh kaum muslimin untuk kembali memperhatikan nasib perjuangan rakyat palestina dalam membebaskan diri dari penjajahan Zionis Israel, seperti yang pernah dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi ketika merebut kembali Al-Aqsha dari tangan kaum salib.

Menurut anda, sudah sejauh mana dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina?

Harus diakui secara jujur bahwa dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina belum maksimal, jika dibandingkan dengan cita-cita rakyat Palestina yang besar untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Zionis Israel. Meskipun demikian, sejak lama beberapa elemen masyarakat sudah menunjukan kepeduliannya terhadap perjuangan Palestina, salah satunya Komite Indonesia untuk Solidaritas untuk Palestina (KISPA).

Apa saja yang sudah dilakukan KISPA, sebagai bagian elemen masyarakat yang peduli terhadap perjuangan Palestina, melihat dukungan masyarakat belum maksimal?

Karena menyadari dukunagn yang ada terhadap Palestina tidak maksimal, maka saya akan berupaya menyadarkan umat Islam melalui tablig -tablig akbar dan penyebaran informasi melalui media buletin dakwah Al-Aqsha serta situs internet (http://www.kispa.org) untuk menjembatani penyebaran informasi tentang Palestina kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka membangkitkan kesadaran masyarakat dan umat Islam agar bisa membagikan apa yang mereka miliki baik harta ataupun jiwa, jika memang dibutuhkan untuk membebaskan bumi Palestina khususnya Masjid Al-Aqsha dari kungkungan Zionis Israel.

Langkah Kongkrit apa yang sudah dilakukan oleh KISPA dalam memberikan bantuan dan program apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat?

Program dan langkah kongkrit yang sudah dilakukan oleh Kispa di antaranya penggalangan dana dan menyalurkannya, dengan cara bekerjasama dengan ormas Islam besar seperti Majelis Ulama Indonesia melalui Al-Quds Institutions yang dipimpin oleh Dr. Yusuf Qardhawi, dan Alhamdulillah dana untuk Palestina suadah beberapa kali disalurkan untuk membantu kelangsungan perekonomian rakyat Palestina yang terkena embargo secara ekonomi dan politik oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Selain itu dalam waktu dekat tepatnya bulan Mei, kami akan kembali menggelar tablig akbar guna menyadarkan kembali umat Islam dan tokoh-tokoh Islam agar memanfaatkan momentum ini seperti yang pernah dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi saat merebut Al-Aqsha tahun 1187 dari kaum salib.

Menurut and seberapa besar peran ulama atau tokoh umat Islam Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina itu?

Saya merasa peran tokoh ulama Indonesia juga belum maksimal, hal ini disebabkan masih banyak musibah dan masalah yang terjadi di dalam negeri, salah satunya krisis ekonomi, sehingga perhatian terhadap Palestina,tanah wakaf kaum muslimin kurang. Begitu juga terhadap masjidil Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama, terlupakan.

Ini merupakan tantangan untuk meyampaikan kepada tokoh-tokoh Islam agar mereka memiliki kepedulian, sebab kepedulian umat sangat tergantung pada kepedulian tokoh ulamanya.

Apa yang harus dilakukan untuk menyadari pentingnya dukungan dan peran serta dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina?

Saya menyerukan marilah sama-sama memperhatikan firman Allah SWT, "Bertolong-tolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, janganlah kamu bertolong-tolong dalam dosa dan permusuhan", kalau kita lihat firman tersebut perlu disadari akankah kita bisa berdiam diri, ketika melihat saudara-saudara kita yang mengalami keprihatinan tidak mempunyai uang kas negara untuk membangun ksejahteraan negaranya.

Sampai saat ini bagaimana apresiasi masyarakat terhadap lembaga seperti KISPA ini?

Alhamdulillah, selama saya berkunjung ke Batam, Riau, Aceh, Jambi, Bengkulu dan Jakarta, mereka sangat antusias sekali, bahkan mereka serta merta ingin menginfaqkan hartanya untuk disalurkan ke Palestian, atas semua bantuannya saya mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsira, dan Insya Allah saya akan tetap berkomitmen untuk berdakwah masalah Palestina kepada seluruh umat Islam baik secara lisan maupun melalui media.

Bagaimana tanggapan anda soal pertemuan yang digelar pemimpin negara Islam termasuk Ketua MPRRI, yang menyatakan dukungannya terhadap Palestina?

Saya setuju saja dengan langkah politik seperti itu, namun harus direalisasikan dengan langkah lebih kongkrit lagi, karena itu saya berharap Pemerintah Indonesia dapat mengambil momentum ini untuk lebih berperan aktif dalam percaturan politik dunia Islam, yang diwujudkan dengan mengundang Pemerintah Palestina yang sudah terpilih secara demokratis itu untuk datang ke Indonesia bersilarutarahim. Karena sejak awal pemerintah sudah berkomitman mendukung perjuangan rakyat Palestina.



Dalam hal ini Indonesia perlu mencontoh China yang mayoritas penduduknya bukan Islam dan berpaham komunis berani dengan tegas mengundang Palestina berkunjung ke China pada Mei mendatang, begitu juga dengan Malaysia. Di sinilah ujian terhadap komitmen dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina. Saya yakin pemerintah kita punya sikap tegas dan berani meskipun mungkin akan mendapat tekanan dari AS.

Menurut pengamatan anda bagaimana dukungan negara-negara Islam didunia terhadap perjuangan Palestina?

Saya melihat dukungan itu sangat bervariasi, ada yang memang secara tegas seperti yang dilakukan oleh Iran, Sudan, Yaman, ada juga yang tidak secara tegas bukan berarti tidak mendukung tetapi mereka mendapat tekanan yang luar biasa dari AS dan sekutunya, namun beberapa kelompok dikalangan grassroot, Subhanallah memiliki komitmen yang tinggi untuk membantu perjuangan Palestina. Karena itu Indonesia harus bisa mempelopori, memberikan contoh yang terbaik bagi negara Islam lainnya dalam berikan dukungan terhadap palestina.

Selama ini dukungan terhadap Palestina terhambat karena AS dan sekutunya?

Saya melihat begitu, karena memang sejak awal AS menolak kemenangan Hamas. Kita mengetahui begitu hebatnya dukungan AS terhadap Israel, bahkan mereka menyebarkan kedzaliman di Palestina dan ketika satu negara ingin memberikan dukungan terhadap Palestina, AS akan tidak senang, karena itu di sinilah keimanan kita diuji, ingin bertawakal kepada AS atau kepada Allah Swt, saya yakin pemimpin negara yang beriman pasti akan memilih bertawakal kepada Allah Swt.

Apakah perlu suatu program khusus dinegara Islam atau di Indonesia untuk menggalang dukungan terhadap Palestina?

Menurut saya sangat perlu, karena di sini akan diuji keimanan, solidaritas serta kesetiakawanan kita terhadap Palestina, Hamas naik atas dukungan rakyat secara demokratis, kita berhak mempertanyakan kepada AS kenapa terus menetapkan standar ganda dalam hal ini. Saya setuju jika pemerintah yang mempunyai kekuasan cukup luas dapat mempelopori penggalangan dana terhadap Palestina, seperti janjinya ketika kampanye, ormas dan tokoh Islam harus bisa mendorong agar presiden SBY memiliki sikap tegas, sehinggga perjuangannya terhadap Palestina dapat dirasakan. Indikatornya terlihat mampu atau tidak pemerintah Indonesia mengundang pemerintahan Palestina ke Indonesia. Apabila ini dapat dilakukan, saya akan memberikan penghomatan dan salut terhadap pemerintahan presiden SBY. (Noffelisa)

Bincang-Bincang Terbaru