free hit counters
 

Wawancara Ekslusif Eramuslim dengan Penasehat PM Palestina (2)

Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi – Selasa, 1 Ramadhan 1432 H / 2 Agustus 2011 11:30 WIB

Syekh Musthafa Al Qonoo

Bertepatan saat anda ke Indonesia, negeri kami kedatangan Menlu AS Hillary Clinton. Negeri kami pun sangat bergantung kepada Amerika. Tanggapan Anda?

Kita bukan musuh Amerika. Musuh pertama kami adalah Israel. Kita tidak ridho dengan sikap dan posisi Amerika karena Amerika mendukung Israel dan mendukung blokade di Palestina. Tetapi kami mengharapkan posisi Amerika di masa mendatang lebih adil. Kita tidak menolak dialog dengan Amerika supaya kita bisa mengungkap kesalahan-kesalahan yang ia lakukan kepada umat Islam. Harapan kami Amerika mendukung kemerdekaan Palestina, karena ikon Negara mereka kan Patung Liberty.

Kita tidak menolak dan memusuhi persahabatan sebuah Negara dengan Amerika, untuk kepentingan bersama kepada mereka. Namun kita menolak untuk mengekor kepada Amerika. Dalam hal apa? Dalam hal mendukung Israel. Itu saja.

Apa langkah yang terbaik untuk membebaskan Palestina. Apakah HAMAS tetap berdemokrasi atau concern di ladang Jihad?

Semua hal yang bisa menjadikan kita merdeka, maka kita ambil. Kita tidak mengandalkan satu cara, tetapi meninggalkan satu cara yang lain. Namun hal terpenting yang harus kita ketahui adalah bahwa Israel menjajah Palestina dengan menggunakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh Negara-negara penjajah ke Negara-negara Islam dan negara lemah lainnya. Dan penjajah itu tidak pernah keluar dari keinginannya kalau tidak ada perlawanan dari bangsa yang dijajah itu. Dan mereka tidak keluar kecuali dengan dilawan dan dipaksa keluar lewat jalan perjuangan.

Anda punya pengalaman di Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda. Semua negeri yang merdeka, mereka berjuang dan berjihad untuk mendapat kemerdekaan. Dan Israel tidak akan keluar sejengkal pun hanya dengan kesepakatan dan perundingan. Malah itu membuat mereka tergiur untuk menjajah tanah-tanah lainnya. Dan orang-orang Yahudi yang terpencar di berbagai negara, mereka berkumpul di Israel, meski mereka masih membawa kewarganegaraan asal mereka. Dan kalau mereka merasa terancam dan takut mati, maka mereka akan kembali ke negara asal mereka dan tidak ada yang mau untuk tinggal kembali di Palestina.

Kami akan tetap melanjutkan perjuangan hingga orang-orang Yahudi merasa tidak nyaman dan aman tinggal di Palestina. Sebab Mereka datang ke Palestina untuk menghendaki kehidupan yang nyaman, aman dan sejahtera. Ya kalau kesejahteraan dan kenyamanan mereka merasa terancam, maka mereka akan pergi meninggalkan Palestina. Dan al Qur’an sudah menyampaikan hal itu, “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih tamak lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, pdahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Al Baqarah 90)

Apa syarat menjadi tentara jihad Hamas? Kami mendengar seperti tidak terputus Shalat 40 hari di masjid, apakah itu betul? Lalu bisakah umat muslim di Indonesia berjihad kesana?

Kami menghendaki orang yang berjihad itu orang muslim yang menjalankan semua kewajiban agamanya. Dia mempercayai bahwa Palestina dan Al Quds adalah milik kaum muslimin. Dan dia berjihad di jalan Allah untuk membebaskan Palestina. Itu adalah syarat-syarat yang telah ditetapkan. Apa gunanya kita mensyaratkan shalat 40 hari beturut-turut? (Tertawa). Ya kami mensyaratkan shalat sepanjang masa. Ya diantaranya dalam hadis dikatakan pemuda yang tumbuh berkembang dalam suasana ibadah kepada Allah, dan laki-laki yang hatinya tertambat di masjid. Kalau 40 hari shalat, bisa saja setelah 40 hari dia tidak shalat lagi. Maka itu orang munafik.

Itu sebenarnya adalah makna dari sebuah hadis, yang mengatakan bahwa barangsiapa yang shalat tidak terputus 40 hari di Mesjid, maka dia adalah orang mukmin. Kami mengajak kaum muda untuk cinta shalat di masjid. Dan kami yang sudah tua-tua dan para pemimpin selalu mendahului mereka untuk ke masjid, jadi bukan hanya mengajak mereka ke masjid, akan tetapi kita kemudian tidak ikut melakukannya.

Untuk berjihad di Palestina, kami mengharapkan pemuda yang dekat kepada Allah. Maka, jika dia berdoa, Allah akan kabulkan doanya. Jika dia terbunuh di medan perperangan, maka ia akan menjadi syahid. Kalau ada pemuda dari Indonesaia yang ingin menjadi mujahid di Palestina, maka kami akan sangat terhormat. Tapi kita belum memerlukan hal itu untuk saat ini. Kami saat ini hanya membutuhkan doa, senjata, dan dukungan dari umat Islam. Kami menginginkan mereka siap ketika pasukan Islam berperang melawan Yahudi. Kita juga berharap ada seorang pimpinan yang bisa memimpin pasukan Islam untuk membebaskan Palestina, apalagi Indonesia adalah negeri Islam terbesar dan mempunyai catatan sejarah yang mulia dalam sejarah Islam. Rakyatnya muslim dan komitmen dengan ajaran-ajaran Islam. Saya menunggu munculnya seseorang dari Indonesia yang memimpin tentara untuk membebaskan Palestina, dan namanya akan tercantum seperti Sayyidina Umar, Shalahuddin Al Ayyubi dan lain sebagainya.

Kami hanya ingin mempertegas, jadi apa yang paling dibutuhkan bangsa Palestina sekarang?

Banyak hal yang dibutuhkan, kalau permasalahannya dengan Israel ini mudah saja bagi kami. Namun permasalahannya, Israel itu didukung oleh Amerika, semua negara Barat, serta Zionis Internasional. Oleh karena itu, rakyat Palestina tidak mampu menghadapi mereka semuanya. Allah berfirman perangilah musyrikin secara bersama-sama seperti orang musyrik menyerang kalian bersama-sama.

Karena itu kami mengharapkan umat Islam mencintai Palestina dan Al Quds dan mereka merasa bertanggung jawab untuk memerdekakan tempat Isra dan Mi’raj-nya Rasulullah saw serta menempatkan diri untk melawan orang-orang yang zhalim. Supaya mereka memberikan apa saja yang diperlukan untuk rakyat Palestina, baik harta uang, senjata, do’a, maupun kekuatan yang lain untuk mempersiapkan diri menjadi tentara. Ketika ada panggilan untuk pergi berjihad, maka berangkatlah berperang di jalan Allah.

Media-media Barat kerap memberitakan HAMAS mendoktrin anak-anak kecil dengan ajaran kekerasan untuk dipersiapkan menjadi mujahid. Apakah betul ada perkembangan banyak anak-anak Palestina telah hadfiz Qur’an dan bertekad untuk berjihad?

Ini bukan aksi kekerasan, tapi ini adalah jihad di jalan Allah. Dan para sahabat juga sama dulu, mereka hafal Qur’an lalu pergi berjihad, tidak ada kontradiksi dalam hal ini.

Kami mengajarkan Islam kepada mereka (anak-anak Palestina, red.) dan Islam juga mengajak umatnya berjihad di jalan Allah. Al Qur’an juga mengajak kita berjihad dan mati syahid di jalan Allah serta melawan kezhaliman dan membela orang-orang yang dizhalimi seperti firman Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka”. (At Taubah: 111). “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” (At Taubah:41).



Terakhir, apa pesan Anda kepada Bangsa Indonesia terkait Pembebasan Palestina?

Kami berterimakasih karena Indonesia tidak mengakui negara Israel. Meskipun banyaknya tekanan dari Amerika terhadap Indonesia. Meskipun adanya pengkihanatan hal tersebut dari Orang Palestina sendiri dan orang-orang Arab. Kami hanya mengatakan sebagai orang Islam, kita harus punya andil untuk membebaskan negeri tersebut, dan kami sangat menghargai posisi Indonesia. Kami bangga dengan Indonesia dan juga merasa mulia untuk mencintai orang Indonesia. Kita mencintai seluruh umat Islam dan bangga kepada seluruh umat Islam. Dan kami menganggap semua orang yang beriman adalah bersaudara.

Dan saudara muslim kita di Indonesia, lebih kami cintai daripada Orang Palestina yang tidak muslim, dan orang Palestina yang berkhianat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Allah jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Rasul sendiri mengatakan Tabbat yadaa abii lahabiw wa tabb kepada pamannnya (Abu Lahab, red). Rasulullah berlepas diri kepada pamanya itu, karena pamannya kafir dan zhalim. Sementara ketika mengomentari Salman Al Farisi dari negeri Persi, Rasululullah SAW mengatakan Salman tetap bagian dari kami, karena dia adalah seorang muslim. Ikatan kita adalah dengan orang-orang Islam, baik itu Muslim Palestina, Muslim Arab, maupun Muslim non Arab.

Dalam hadis dikatakan ketika nanti terjadi pertempuran antara muslim dan Yahudi, batu akan berkata, ‘wahai muslim, wahai hamba Allah.’ Batu itu tidak mengatakan wahai orang Palestina, wahai orang arab. Jadi Agama Islam itu lebih agung dan mulia. Semoga Allah memberkati kita semua. (pz)

Bincang-Bincang Terbaru