free hit counters
 

ANNABELLE

Redaksi – Senin, 22 Zulqa'dah 1438 H / 14 Agustus 2017 07:15 WIB

Eramuslim.com – Biasanya, boneka pastilah lucu. Tapi tidak dengan yang satu ini. Annabelle, si Cantik Anna, dalam bahasa Perancis, sungguh-sungguh menakutkan dan jauh dari kata cantik. Hari ini Annabelle kembali menghantui layar-layar bioskop kita. Dalam sinopsisnya dikisahkan jika beberapa tahun setelah kematian putri mereka yang tragis, Samuel Mullins (Anthony LaPaglia) dan istrinya (Miranda Otto) menyambut seorang biarawati (Stephanie Sigman) dan beberapa anak dari sebuah panti asuhan ke rumah mereka. Semua tamu ternyata diteror oleh Annabelle, boneka yang telah dijadikan medium bagi kekuatan jahat untuk melayani ambisi dan kepentingan sataniknya.

Annabelle yang tampak di luaran lucu dan cantik, menarik hati bagi banyak orang, ternyata menjadi media bagi kekuatan hitam untuk mencapai tujuan jahatnya. Annabelle menjadi senjata sekaligus alat penipuan bagi mereka, menipu orang-orang yang menyukainya, membohongi anak-anak yang menyenanginya, dan bahkan bisa membunuh siapa pun yang berusaha menghalanginya. Annabelle hanyalah medium bagi kekuatan jahat yang tak kasat mata.

Kisah Annabelle sesungguhnya bisa menjadi simbolisasi strategi politik yang sungguh-sungguh terjadi, dan sungguh-sungguh jahat.

Sudah menjadi hukum alam, orang jahat di manapun akan ditentang oleh rakyat banyak. Sebab itu mereka harus membungkusnya dengan segala keindahan, kebaikan, dan kecantikan, yang tentunya semua itu hanyalah tipu daya. Boneka Annabelle bagaikan Kuda Troya, sebuah hadiah yang besar dan megah, namun ternyata di dalam perutnya berisi kekuatan yang mampu membinasakan banyak orang.

Dalam banyak kasus politik, untuk bisa berkuasa, kelompok jahat akan mencari orang atau sosok yang bisa dijadikan ‘boneka”. Syarat-syaratnya antara lain: Penampilan yang terkesan baik awalnya, tapi bisa juga orang itu harus terlihat polos tapi angkuh, harus banyak ngeles, tebal muka alias tidak tahu malu, gemar berbohong, suka menebar senyum, dsb,  namun mau sepenuhnya melayani kelompok jahat itu dengan jaminan kehidupannya, anak-anaknya, keluarganya, dijamin sepenuhnya oleh kekuatan jahat tersebut.

Bagaimana orang bodoh seperti itu bisa menjadi penguasa? Mudah saja. Kekuatan jahat yang menguasai banyak alat propaganda seperti media massa akan bekerja siang malam membohongi rakyat terus-menerus, mengatakan jika orang ini bukannya bodoh tapi merakyat, dan sebagainya. Mereka yakin, kebohongan yang terus-menerus dikatakan akhirnya akan diterima sebagai suatu kebenaran. Tapi tentu saja, ini tidak berlaku bagai segelintir orang yang tetap menjaga independensi kekritisan dan kewarasannya.

Dengan pencitraan yang massif, didukung kekuatan uang yang sangat banyak, boneka ini akan bisa menjadi penguasa. Dengan segala tipu daya, dia akan bergerak, berkata, bersikap, sepenuhnya hanya melayani kekuatan jahat di belakangnya, sang dalang baginya. Dia hanyalah boneka. Yang menggerakkannya adalah orang-orang di belakangnya. Bagi mereka, logika bisa dibolak-balik sekehendak hatinya. Rakyat dipaksa untuk menerima logika konyol penguasa, walau sama sekali jauh dari kewarasan, dan siapa yang menentang akan langsung dipenjarakan.

Penguasa boneka ini telah menjadi Annabelle dalam ranah politik. Dan ruh iblis yang ada di dalam boneka itu adalah nafsu angkara murka kelompok jahat yang menggerakannya.

Iblis dan setan hanya takut pada ayat-ayat Allah Swt dan para ulama garis lurus yang tetap berpegangan kuat-kuat pada jalan tauhid. Sebab itu, di mana pun dan kapan pun, Annabelle yang seperti ini akan selalu memusuhi para ulama. Cilakanya, ada saja orang-orang yang mengaku ulama, yang mau berbaik-baik dengan media iblis dan setan ini.

Semoga yang seperti ini tidak terjadi di negeri kita tercinta, Aamiin.  Tabik! []

loading...

Catatan Redaksi Terbaru

blog comments powered by Disqus