free hit counters
 

Nasionalisme dan KNIL era Milenial

Redaksi – Senin, 29 Rajab 1439 H / 16 April 2018 08:30 WIB

Bagai bumi dan langit. Demikian juga dengan Nasionalisme dan Anasionalisme. Yang satu menomorsatukan bumiputera, yang lainnya menomorsatukan orang asing. Komprador Asing adalah antek-antek pelayan kepentingan asing, yang bekerja siang dan malam untuk membantu pihak asing dalam merampok dan memperkosa semua kekayaan alam Bumi Pertiwi. Sejarahwan Bathara Hutagalung menyebutnya: Mereka yang tidak punya jiwa nasionalis.

Belanda bisa menjajah negeri ini selama ratusan tahun bukan karena mereka kuat. Tapi karena mereka ini dibantu oleh antek-antek asing. Sebut saja para tentara KNIL yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, kaum bumiputera, yang malah bekerja demi kepentingan penjajah dan memerangi kaum pejuang kemerdekaan, yang notabene adalah saudara-saudara mereka sendiri. Dan sekarang, “KNIL-KNIL” ini tidak hilang, namun hanya berganti jubah, dan tetap bekerja demi kepentingan asing dalam mengorbankan kaum bumiputera, saudara-saudaranya sendiri. “KNIL-KNIL era Milenial” itu sekarang telah berdasi, berjas, dan dengan mulutnya yang penuh dengan retorika yang isi seluruhnya tipuan dan kebohongan kepada rakyat, terus bekerja melayani kepentingan asing tanpa rasa malu sedikit pun. Nurani mereka telah mati, mungkin kebanyaka makan uang haram.

Ketika orang-orang pribumi yang sadar hendak menegakkan keadilan, maka mereka serta merta menuding kaum bumiputera sebagai rasis. Padahal, yang rasis adalah mereka sendiri.

Untuk menolong Bumi Pertiwi dari kehancuran, tidak ada jalan lain, kaum Bumiputera harus bersatu dan melawan komprador asing ini! Bumi Pertiwi adalah amanah Allah Swt kepada kaum Bumiputera, kaum yang terdiri dari ribuan suku yang tanahnya membentang dari Sabang sampai Merauke. Bagaimana dengan yang berasal dari luar Nusantara? Ya, mereka di sini sebagai tamu dan harus sadar diri. Janganlah sampai tamu malah bertingkah sebagai tuan rumah, dan menjadikan tuan rumah sebagai budak-budaknya. Jika ini terjadi dan terus berlangsung, jangan salahkan tuan rumah jika sampai terjadi sesuatu yang sama-sama tidak diinginkan. []

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Catatan Redaksi Terbaru