free hit counters
 

Tongki

Redaksi – Senin, 13 Zulhijjah 1438 H / 4 September 2017 07:00 WIB

Eramuslim.com – Bagi yang sekarang berusia sekitar empatpuluhan tahun, pasti paham siapa yang dimaksudkan dengan nama “Tongki”. Ya, ini merupakan nama boneka tangan yang bibirnya bisa terbuka dan menutup seolah sedang bicara, yang digerakkan oleh satu tangan ‘dalang’ yang menjadi ruhnya. Dalangnya Tongki bernama Gatot Sunyoto, seorang entertain senior negeri ini yang namanya sangat terkenal di era 1980-1990an. Lewat ‘suara perut’ alias ventriloquist, Gatot Sunyoto akan bicara tanpa menggerakkan bibir dan suaranya seolah keluar dari bibir Tongki yang bergerak-gerak. Jika bentuk bibir yang bergerak dan suara yang keluar tidak sinkron tak masalah, yang penting penonton bisa terhibur dan tertawa.

Tongki adalah boneka. Dan betapa banyak manusia yang sekarang ini menjadi seperti Tongki? Tongki hanya bisa bicara jika Dalangnya ‘membolehkan’ bicara. Tongki hanya boleh ngomong jika omongannya selaras dengan kehendak tuannya. Tongki hanya bisa bergerak cuma jika Dalang atau Tuannya mengizinkannya bergerak.

Salah besar jika kita yang waras meminta Tongki untuk bicara. Kita yang waras harusnya sadar jika Tuannya tidak berkehendak bicara, maka sebagai boneka, Tongki akan tetap diam, tidak bicara.

Salah besar jika kita yang sehat mendesak Tongki untuk menyatakan sikap. Kita yang sehat harusnya tahu jika Tuannya tidak mau bersikap, maka sampai air laut menjadi manispun Tongki akan diam saja, tak bersikap.

Salah besar jika kita mengharapkan sebuah boneka untuk mengambil inisiatif. Tongki tidak punya ruh, tidak punya hati, tidak punya otak. Yang menggerakkan boneka semata-mata dalangnya atau tuannya. Boneka adalah benda mati, adalah lucu jika kita mengharap pada benda mati.

Mulai sekarang, berhentilah berharap pada apapun boneka. Berharaplah hanya kepada Allah Swt. Bukankah sebaik-baiknya makar adalah makar Allah Swt? Wassalam. []

Resensi Buku : Telah Terbit, Digest 10, Untold History 2 , Penggelapan Sejarah Indonesia Hingga Reformasi

loading...

Catatan Redaksi Terbaru

blog comments powered by Disqus